Politikus PDIP Minta Negara Tanggung Biaya Tes Covid-19

Minggu, 20 Desember 2020 - 09:07 WIB
loading...
Politikus PDIP Minta...
Anggota Komisi IX DPR dari PDIP Rahmad Handoyo meminta biaya rapid test antigen atau swab ditanggung negara. Foto/dok,SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sejumlah daerah mewajibkan rapid test antigen untuk syarat keluar masuk daerah tersebut. Salah satu daerah yang mewajibkan rapid test antigen adalah DKI Jakarta.

(Baca juga : Beras Organik, Salah Satu Cara Hidup Sehat di Tengah Pandemi )

Aturan itu tercantum dalam Instruksi Gubernur Nomor 64 Tahun 2020. Kementerian Kesehatan pun menetapkan harga tertinggi rapid test antigen Rp250 Ribu di Pulau Jawa dan Rp275 Ribu untuk luar Pulau Jawa.

(Baca juga : Kena PHK Imbas Pandemi? Yuk Lirik Peluang Usaha Bersama Entrepreneurs.id )

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menyarankan rapid test antigen atau swab test digratiskan karena biayanya dianggap memberatkan masyarakat. "Saran saya lebih baik digratiskan atau ditanggung negara," ujar Rahmad Handoyo kepada SINDOnews, Minggu (20/12/2020).

(Baca: Penetapan Batas Atas Biaya Swab Dinilai Bisa Ringankan Tugas Pemerintah)

Dia menilai niat dari kebijakan untuk mewajibkan pemeriksaan rapid test antigen atau swab test itu baik. Yang menjadi soal adalah biayanya. "Tapi ini memberatkan buat konsumen karena biaya untuk swab test masih mahal," kata Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

(Baca juga : Doni Monardo Sebut Patuhi Protokol Kesehatan Wujud Nyata Bela Negara )

Menurut dia, yang paling penting itu adalah bagaimana penegakan disiplin protokol kesehatan, yakni 3 M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. "Inilah yang sementara paling efektif dalam pengendalian Covid-19 dan dengan penegakan disiplin wajib 3 M," kata dia.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Kecam Pengkaplingan...
Kecam Pengkaplingan Tenda Haji, Legislator PDIP Desak Izin KBIH Nakal Dicabut
Legislator PDIP Minta...
Legislator PDIP Minta Truk Pupuk Diprioritaskan di Tengah Kelangkaan Solar
Rekomendasi
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved