Ridwan Kamil Serang Mahfud MD, Adakah Kaitannya dengan Reshuffle Kabinet?

Sabtu, 19 Desember 2020 - 09:35 WIB
loading...
Ridwan Kamil Serang...
Ridwan Kamil dan Mahfud MD saling sahut terkait kerumunan massa Habib Rizieq Shihab. Infografis/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) yang menyerang Menko Polhukam Mahfud MD terkait pemicu kerumunan massa Habib Rizieq Shihab memunculkan polemik. Adakah motif tertentu dari Ridwan Kamil?

(Baca juga : Jokowi Yakin Muktamar IX Jadi Pijakan PPP Menangkan Hati Umat )

Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai, pernyataan RK tidak steril dari motif lain. Karyono menilai, di balik pernyataan RK ini juga menimbulkan multitafsir. Sama seperti pernyataan RK yang menyebut pernyataan Mahfud mengizinkan penjemputan Rizieq Shihab telah menimbulkan banyak tafsir.

(Baca juga : 26 Peserta Aksi 1812 Reaktif Covid-19 )

Dia menganggap, dalam perspektif publik, pernyataan RK yang menyasar Mahfud secara terbuka di depan media tentu bisa dibaca bahwa pernyataan bukan spontanitas. Boleh jadi sudah disiapkan sebelum menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Jawa Barat. Apalagi, publik mengetahui RK ada hasrat untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2024 . Dalam konteks ini dapat dibaca bahwa bisa jadi RK sedang berselancar dalam panggung politik nasional.

(Baca juga : Drone Salah Satu Peringkat Ancaman Teratas, Menhub: Perlu Dibuat Aturan Khusus )

"Jika dibaca dalam perspektif analisis korelasi, pernyataan RK beririsan dengan sentimen kelompok tertentu yang tengah membidik Mahfud karena ketegasannya menghadapi kelompok radikal garis keras, meskipun konteks serangan RK lebih kepada soal diskresi kebijakan yang dibuat Mahfud dalam hal kepulangan Rizieq Shibab," kata Karyono kepada SINDOnews, Sabtu (19/12/2020).

(Untuk mengisi survei calon Presiden 2024 pilihan Anda, silakan klik di sini )

Lalu, adakah korelasinya antara pelbagai serangan terhadap Mahfud MD dengan wacana reshuffle kabinet yang sedang hangat saat ini? Karyono melihat, bisa ya, bisa tidak. Tetapi, sulit dipungkiri bahwa ada pihak yang menginginkan Mahfud MD dicopot dari posisinya sebagai Menko Polhukam.

"Tetapi prediksi saya, posisi Mahfud masih kuat karena pemerintahan Jokowi-Ma'ruf membutuhkan figur Mahfud yang moderat, tegas, dan berani menghadapi kelompok radikal. Di sisi lain, sosok Mahfud dipandang ideal dalam perspektif kepentingan supremasi sipil dan Hak Asasi Manusia (HAM)," ujarnya.

(Baca juga: Serangan Ridwan Kamil terhadap Mahfud MD Logis, Begini Penjelasannya ).

Karyono juga menyarankan polemik antara dua pejabat negara di level pusat dan daerah itu sebaiknya segera diakhiri. "Perbedaan pandangan ini semestinya diselesaikan melalui mekanisme internal agar tidak berlarut-larut."

Karyono menyarankan, kepala daerah sebaiknya fokus pada tugas dan wewenangnya dalam pelaksanaan pemerintahan daerah sebagaimana telah diatur dalam Pasal 65 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

(Baca juga: Pesan Sang Kakak Sebelum Meninggal, Minta Mahfud MD Rangkul Ulama ).

Demikian pula pembagian tugas antara pemerintah pusat dan daerah, tutur dia, sebenarnya telah diatur dengan jelas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Pusat. "Dengan adanya peraturan ini semestinya tidak terjadi saling menyalahkan," ujar Karyono.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Prabowo Berkelakar Soal...
Prabowo Berkelakar Soal Reshuffle Zulhas usai Salah Sebut Nama Desa di Kebumen
Mahfud MD Usul Ambang...
Mahfud MD Usul Ambang Batas Parlemen Nol Persen atau Pemberlakuan Fraksi Threshold
GKSR Gelar FGD Bahas...
GKSR Gelar FGD Bahas RUU Pemilu hingga Ambang Batas Parlemen, Undang Mahfud dan Uceng
Mahfud MD Sebut Militeristik...
Mahfud MD Sebut Militeristik Tak Cocok di Polri, Pakar: Perlu untuk Lindungi Rakyat
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Atasi Kebocoran Data...
Atasi Kebocoran Data Ekspor, Mahfud MD Dorong Penguatan PT DSI
Ayu Aulia Minta Maaf...
Ayu Aulia Minta Maaf ke Ridwan Kamil dan Roby Kurniawan, Akui Unggahan soal Kehamilan Hanya Halusinasi
Rekomendasi
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
Jago STEAM, Tim SMPK...
Jago STEAM, Tim SMPK 4 PENABUR Raih Prestasi di Kompetisi Internasional
Berita Terkini
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Infografis
Houthi Serang Kapal...
Houthi Serang Kapal Induk Nuklir Amerika dengan Rudal Jelajah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved