Plastik Biodegradable Gagal Menjadi Solusi Masalah Lingkungan

Sabtu, 19 Desember 2020 - 06:40 WIB
loading...
A A A
Dengan tren itu, China akan membuang sekitar 5 juta ton sampah plastik biodegradable per tahun pada 2025 atau saat larangan penggunaan plastik konvensional berlaku secara penuh. Plastik biodegradable dapat terurai secara lebih cepat hanya dalam enam bulan jika diolah di fasilitas khusus dengan suhu tinggi. (Baca juga: Kurangi Sampah Plastik di Laut, Luhut Gandeng Australia )

Jika dibuang di alam bebas, plastik biodegradable hanya dapat terurai paling cepat dalam tiga tahun tapi tetap mengeluarkan karbon. Dengan tidak adanya infrastruktur yang memadai untuk mengolah sampah plastik biodegradable , China juga akan menghadapi tantangan baru yang menimbulkan dampak negatif.

Sama seperti limbah plastik konvensional, limbah plastik biodegradable tidak memiliki sistem pengelolaan yang jelas dan efektif. Akibatnya, plastik biodegradable tetap menumpuk di tempat sampah tanpa diproses lebih lanjut. Hal ini mencemaskan karena produksi plastik biodegrdable sangat cepat dan besar.

"Seperti yang kita lihat sekarang, sampah plastik biodegradable ini pada akhirnya tetap berserakan di alam bebas, bahkan lebih buruk lagi di sungai dan lautan," kata Jia. "Beralih dari satu jenis plastik ke plastik yang lain tidak menyelesaikan krisis sampah yang sedang kita hadapi sekarang. Ini perlu diubah lagi," tambahnya.

Salah satu direktur Grantham Centre for Sustainable Future University of Sheffield, Dr Rachael Rothman, mengatakan plastik biodegradable sama saja dengan plastik sekali pakai. Bahkan, di Eropa, masyarakat mulai mengenal bioplastik. Meski mirip, keduanya tidak sama mengingat bioplastik belum tentu dapat terurai.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Brigjen Pol Irhamni:...
Brigjen Pol Irhamni: Kolaborasi Aparat Penegak Hukum Jadi Kunci Jerat Mafia Lingkungan
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Cerita Pramono Kena...
Cerita Pramono Kena Tegur Istrinya Gegara Aturan Pilah Sampah, Disuruh Cuci Wadah Plastik Sambal
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Rekomendasi
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
Liburan Pertama Alyssa...
Liburan Pertama Alyssa Daguise Bareng Baby Soleil ke Bali, Potretnya Bikin Gemas
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
Berita Terkini
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Kemendagri Kawal Penanganan...
Kemendagri Kawal Penanganan Tuberkulosis dalam RPJMD, RKPD, hingga APBD
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved