Sikap Kritis Ridwan Kamil ke Mahfud MD Ungkap Fakta Politik Sesungguhnya
Rabu, 16 Desember 2020 - 21:25 WIB
loading...
Guru Besar Komunikasi Politik UPI, Profesor Karim Suryadi menilai sikap kritis Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terhadap Menko Polhukam Mahfud MD tidak berbau politis. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Guru Besar Komunikasi Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Profesor Karim Suryadi menilai sikap kritis Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tidak berbau politis.
Penilaian itu disampaikan Karim menyusul pernyataan Ridwan Kamil yang menuntut Mahfud MD bertanggung jawab atas pernyataannya yang memicu kekisruhan Habib Rizieq Shihab yang berlarut-larut.
Tidak hanya itu, Karim juga menilai, pernyataan Ridwan Kamil tersebut sebagai wujud tanggung jawab dan profesionalisme Ridwan Kamil dalam memandang dan menyelesaikan kekisruhan yang kadung terjadi. (Baca juga: Jawab Ridwan Kamil soal Kisruh Habib Rizieq, Mahfud MD: Saya Bertanggung Jawab )
"Ada akar persoalan yang terletak pada mereka yang harus bertanggung jawab, tapi tak mau mengambil tanggung jawab dan menimpakan beban kesalahan kepada Polda (kepolisian daerah) dan kepala daerah, di mana Mahfud MD sebagai salah satu pihak yang memberikan sinyal," kata Karim, Rabu (16/12/2020).
Karim mengakui, penjemputan Habib Rizieq oleh ribuan simpatisan dan pendukungnya saat tiba di Tanah Air seakan dibiarkan begitu saja. Bukan hanya oleh Mahfud MD, kata Karim, tapi juga pihak-pihak lainnya.
Penilaian itu disampaikan Karim menyusul pernyataan Ridwan Kamil yang menuntut Mahfud MD bertanggung jawab atas pernyataannya yang memicu kekisruhan Habib Rizieq Shihab yang berlarut-larut.
Tidak hanya itu, Karim juga menilai, pernyataan Ridwan Kamil tersebut sebagai wujud tanggung jawab dan profesionalisme Ridwan Kamil dalam memandang dan menyelesaikan kekisruhan yang kadung terjadi. (Baca juga: Jawab Ridwan Kamil soal Kisruh Habib Rizieq, Mahfud MD: Saya Bertanggung Jawab )
"Ada akar persoalan yang terletak pada mereka yang harus bertanggung jawab, tapi tak mau mengambil tanggung jawab dan menimpakan beban kesalahan kepada Polda (kepolisian daerah) dan kepala daerah, di mana Mahfud MD sebagai salah satu pihak yang memberikan sinyal," kata Karim, Rabu (16/12/2020).
Karim mengakui, penjemputan Habib Rizieq oleh ribuan simpatisan dan pendukungnya saat tiba di Tanah Air seakan dibiarkan begitu saja. Bukan hanya oleh Mahfud MD, kata Karim, tapi juga pihak-pihak lainnya.
Lihat Juga :