Ojol Diberi Cashback, Politikus Gerindra: Angkot dan Taksi Kok Enggak Dikasih
Kamis, 16 April 2020 - 18:40 WIB
loading...
Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Arief Poyuono menganggap aneh kebijakan pemerintah dalam membantu pelaku usaha kecil yang terkena dampak wabah virus corona atau Covid-19. Arief menganggap aneh lantaran yang diperhatikan dan dibantu hanya transportasi ojek online (ojol).
Arief menyatakan, meski keberadaan perusahaan ojol membuka lapangan kerja di sektor informal, hal itu tak menjadi acuan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Tetapi justru ojek online bukanlah cita-cita besar Kangmas Joko Widodo dalam membangun moda transportasi nasional," kata Arief kepada wartawan, Kamis (16/4/2020).
Apalagi, lanjut Arief, akibat tumbuhnya ojol yang di bawah naungan perusahaan 'startup unicorn' yang beraset triliunan tersebut tidak banyak memberikan dampak bagi kemajuan skill sumber daya manusia di Indonesia. "Karena pengemudi ojek online tak lain hanya sebagian pengusaha transportasi informal sekaligus pekerja informal yang hanya untuk mencari nafkah karena tidak adanya lapangan kerja yang mencukupi selama ini," tutur dia.
Selain itu, sambung dia, akibat meningkatnya armada ojek online dan transportasi online, dari sisi neraca perdagangan luar negeri membuat impor terus meningkat di sektor otomotif karena sampai sekarang armada motor dan mobil itu masih impor. Sehingga, lagi-lagi yang diuntungkan pihak asing.
Arief menyatakan, meski keberadaan perusahaan ojol membuka lapangan kerja di sektor informal, hal itu tak menjadi acuan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Tetapi justru ojek online bukanlah cita-cita besar Kangmas Joko Widodo dalam membangun moda transportasi nasional," kata Arief kepada wartawan, Kamis (16/4/2020).
Apalagi, lanjut Arief, akibat tumbuhnya ojol yang di bawah naungan perusahaan 'startup unicorn' yang beraset triliunan tersebut tidak banyak memberikan dampak bagi kemajuan skill sumber daya manusia di Indonesia. "Karena pengemudi ojek online tak lain hanya sebagian pengusaha transportasi informal sekaligus pekerja informal yang hanya untuk mencari nafkah karena tidak adanya lapangan kerja yang mencukupi selama ini," tutur dia.
Selain itu, sambung dia, akibat meningkatnya armada ojek online dan transportasi online, dari sisi neraca perdagangan luar negeri membuat impor terus meningkat di sektor otomotif karena sampai sekarang armada motor dan mobil itu masih impor. Sehingga, lagi-lagi yang diuntungkan pihak asing.
Lihat Juga :