Perbanyak Diseminasi Narasi Lawan Propaganda Radikalisme

Minggu, 13 Desember 2020 - 12:55 WIB
loading...
Perbanyak Diseminasi...
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme TV Channel resmi diluncurkan di Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Sabtu (12/12/2020). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) TV Channel resmi diluncurkan di Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Sabtu (12/12/2020).

Keberadaan BNPT TV Channel akan melengkapi berbagai upaya lembaga yang dipimpin Boy Rafli ini dalam melawan propaganda radikalisme , intoleran dan terorisme, baik melalui media elektronik, maupun media sosial.

“Televisi digital yang nanti akan fokus kepada diseminasi konten atau narasi untuk mewujudkan suasana damai di masyarakat yang berlandaskan pada nilai kebangsaan dan jatidiri bangsa kita, serta semangat yang terpatri dalam ideologi negara yaitu Pancasila,” kata Kepala BNPT Komjen Polisi Boy Rafli Amar dalam keterangannya.

Boy Rafli menambahkan, keberadaan televisi ini merupakan upaya memperbanyak upaya melawan propaganda radikalisme intoleran dan terorisme yang berkaitan dengant tugas-tugas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dalam melakukan kontra radikalisasi.(Baca juga: Pria Australia Didakwa UU Terorisme karena Serukan Pembunuhan Muslim )

Menurut dia, untuk melakukan kontra radikalisasi ini, pihaknya tidak bisa sendiri tapi harus bekerja sama dengan seluruh unsur seperti media massa dan pengguna media sosial.

Dia mengungkapkan bahwa konten televisi ini akan terdiseminasi dalam akun-akun media sosial secara resmi. Itu merupakan hasil kreasi anak-anak bangsa yang cinta kepada negara Indonesia, cinta perdamaian, cinta hidup harmoni di NKRI, dan yang cinta tumbuh berkembangnya semangat hidup bertoleransi.

“Saluran komunikasi publik ini diharapkan dapat menjadi salah satu saluran komunikasi untuk mengimbangi berbagai imformasi yang disebarluaskan oleh pengusung ideologi terorisme,” tutur mantan Kapolda Papua ini.(Baca juga: Lima Tahun Berturut-turut, Angka Kematian Global Akibat Terorisme Turun )

Boy Rafli menguraikan, ideologi terorisme ini merupakan antitesa dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Dengan demikian pihaknya harus jadi secara terstruktur, sistematis dapat meyakinkan kepada publik bahwa apa yang disampaikan oleh jaringan terorisme dengan paham radikal intoleran bukan pilihan yagn baik bagi indonesia.

“Pilihlah saluran komunikasi yang sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa sejalan dengan ideologi bangsa kita, sejalan dengan jatidiri bangsa kita, yang dapat tergambar dari sila-sila yang ada dalam Pancasila,” ungkapnya.

Untuk memproduksi konten-konten itu, lanjut Boy Rafli, pihaknya menggandeng kaum milenial. Ini penting karena generasi muda seperti diketahui bersama adalah sasaran utama propaganda radikalisme intoleran dan terorisme.

“Kita libatkan kalangan generasi muda, yang terbaik akan disebarkan ke seluruh Indonesia. Kita yakinkan kepada masyarakat tentang konten narasi ini bahwa apa yang disebarluaskan oleh kelompok jaringan terorisme, bukan pilihan yang baik bagi bangsa kita,” tuturnya.

Selain launching stasiun televisi tersebut, di tempat yang sama juga digelar Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional. Deklarasi itu diwakili empat elemen masyarakat yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, budayawan, dan seniman. Ini juga menjadi strategi BNPT dalam membangun imunitas masyarakat dari ‘serangan’ virus radikalisme intoleran dan terorisme.

“Setiap kegiatan di daerah umumnya kita selalu mengajak seluruh elemen masyarkat lintas profesi, lintas agama, lintas usia, untuk menjadi bagian dalam rangka mewujudkan kesiapsiagaan nasional,” tuturnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Sinergi Sekolah-Densus...
Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
Densus 88 Ungkap Ciri...
Densus 88 Ungkap Ciri Anak Terpapar Radikalisme
112 Anak Terpapar Radikalisme,...
112 Anak Terpapar Radikalisme, BNPT Tekankan Pentingnya Menjaga Ruang Digital
BNPT: Melalui Media...
BNPT: Melalui Media Sosial Radikalisasi Hanya Butuh 3-6 Bulan
Catatan Akhir Tahun...
Catatan Akhir Tahun 2025: Menilai Radikalisme dan Anti-Toleransi di Indonesia
Aripat Melangkah ke...
Aripat Melangkah ke Fase Baru Bersama Residivis Creative
Terhubung dengan Radikalisme,...
Terhubung dengan Radikalisme, Telegram Memblokir Hampir 190.000 Akun Berbahaya
Pemuda Bogor Gelar Deklarasi...
Pemuda Bogor Gelar Deklarasi Peduli Kondusifitas dan Tolak Keras Radikalisme
Rekomendasi
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Berita Terkini
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved