Tanpa PSBB, Bali Dinilai Berhasil Tangani Corona
Selasa, 12 Mei 2020 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
I Wayan Koster menegaskan akan terus menahan laju penambahan kasus positif Corona. Selain itu juga akan meningkatkan angka kesembuhan dan menahan angka kematian.
“Jadi secara kumulatif jumlah pasien di rumah akan terus menurun. Saat ini dirawat sekarang 100 orang atau 32 persen,” ungkapnya.
I wayan mengatakan, Bali dalam penanganan Corona mengandalkan keberadaan desa adat. Ada sebanyak 1.493 desa di Bali yang dapat mengendalikan pergerakan masyarakat di wilayahnya masing-masing.
“Karena desa adat punya hukum adat, warga jadi tertib dan disiplin. Sejauh ini berjalan sangat baik. Selain itu kelebihan desa adat selain upaya biasa yang sifatnya terlihat, di desa adat ada juga satu keyakinan ritual agama dalam bentuk Niskala, suatu ritual adat keagamaan yang menjadi keyakinan masyarakat Bali ketika ada wabah seperti ini, itu memang ada warisan para leluhur yang bisa jadi pedoman untuk jadi ritual. Para leluhur mengajarkan kalau ada wabah, ada cara sendiri penanganan secara ritual,” tuturnya.
Tak hanya itu, dia mengatakan juga menyiapkan fasilitas kesehatan dengan jumlah memadai. Ada 13 rumah sakit rujukan dengan 392 tempat tidur lengkap dengan ruang isolasi.
“Kemudian tenaga medis yang kompeten, peralatan penanganan Covid-19, dalam bentuk rapid test, APD, ventilator yang memadai dan banyak dibantu kepala Gugus Tugas Nasional,” ungkapnya.
“Jadi secara kumulatif jumlah pasien di rumah akan terus menurun. Saat ini dirawat sekarang 100 orang atau 32 persen,” ungkapnya.
I wayan mengatakan, Bali dalam penanganan Corona mengandalkan keberadaan desa adat. Ada sebanyak 1.493 desa di Bali yang dapat mengendalikan pergerakan masyarakat di wilayahnya masing-masing.
“Karena desa adat punya hukum adat, warga jadi tertib dan disiplin. Sejauh ini berjalan sangat baik. Selain itu kelebihan desa adat selain upaya biasa yang sifatnya terlihat, di desa adat ada juga satu keyakinan ritual agama dalam bentuk Niskala, suatu ritual adat keagamaan yang menjadi keyakinan masyarakat Bali ketika ada wabah seperti ini, itu memang ada warisan para leluhur yang bisa jadi pedoman untuk jadi ritual. Para leluhur mengajarkan kalau ada wabah, ada cara sendiri penanganan secara ritual,” tuturnya.
Tak hanya itu, dia mengatakan juga menyiapkan fasilitas kesehatan dengan jumlah memadai. Ada 13 rumah sakit rujukan dengan 392 tempat tidur lengkap dengan ruang isolasi.
“Kemudian tenaga medis yang kompeten, peralatan penanganan Covid-19, dalam bentuk rapid test, APD, ventilator yang memadai dan banyak dibantu kepala Gugus Tugas Nasional,” ungkapnya.
Lihat Juga :