Mayoritas Warga Bakal Nyoblos di Pilkada, SMRC: Biasanya Kenyataannya Beda
Minggu, 06 Desember 2020 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya angka ini masih dalam bentuk pengakuan. Pasalnya dari pengalaman survei-survei pemilu sebelumnya, pengakuan akan memilih jauh lebih tinggi dibanding kenyataannya.
"Misalnya dalam pengalaman 2009-2019 lalu, itu 95-99% warga yang mengatakan akan memilih. Tapi ketika pemilu enggak pernah kita temukan angka 90% (partisipasi). Angkanya itu antara 71-82%. Jadi pengakuan dan kenyataan partisipasi berbeda," tuturnya.
Sementara itu Ketua KPU Arief Budiman mengaku senang melihat hasil survei SMRC. Pasalnya ada tren peningkatan warga yang tahu tentang pilkada.
"Nah ini kan survei yang terakhir 18 sampai 21 November yang lalu ya. Ada dua minggu yang menurut saya kalau itu linear dan tidak ada hal luar biasa, itu mestinya pengetahuan orang tentang pilkada akan makin naik. Apalagi kegiatan distribusi logistik meningkat," tuturnya.
Kemudian terkait partisipasi memilih, Arief mengatakan bahwa trennya sejak pilkada digelar serentak 2015 naik. "Pilkada serentak trennya naik. Saya agak lupa angka pastinya. Tetapi pilkada terakhir 72%. Memang tidak mencapai target nasional kita, tetapi angka rata-ratanya di kisaran 70 an lah. Itu trennya naik," ujarnya.
"Misalnya dalam pengalaman 2009-2019 lalu, itu 95-99% warga yang mengatakan akan memilih. Tapi ketika pemilu enggak pernah kita temukan angka 90% (partisipasi). Angkanya itu antara 71-82%. Jadi pengakuan dan kenyataan partisipasi berbeda," tuturnya.
Sementara itu Ketua KPU Arief Budiman mengaku senang melihat hasil survei SMRC. Pasalnya ada tren peningkatan warga yang tahu tentang pilkada.
"Nah ini kan survei yang terakhir 18 sampai 21 November yang lalu ya. Ada dua minggu yang menurut saya kalau itu linear dan tidak ada hal luar biasa, itu mestinya pengetahuan orang tentang pilkada akan makin naik. Apalagi kegiatan distribusi logistik meningkat," tuturnya.
Kemudian terkait partisipasi memilih, Arief mengatakan bahwa trennya sejak pilkada digelar serentak 2015 naik. "Pilkada serentak trennya naik. Saya agak lupa angka pastinya. Tetapi pilkada terakhir 72%. Memang tidak mencapai target nasional kita, tetapi angka rata-ratanya di kisaran 70 an lah. Itu trennya naik," ujarnya.
(maf)
Lihat Juga :