Jokowi Dinilai Dalam Posisi Dilematis Cari Pengganti Edhy Prabowo

Selasa, 01 Desember 2020 - 09:16 WIB
loading...
Jokowi Dinilai Dalam...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2020). Presiden Jokowi dinilai dilematis mencari pengganti Edhy yang tertangkap KPK. FOTO/SINDOnews/YULIANTO
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga saat ini belum menunjuk pengganti Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan . Sebelumnya Edhy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi izin ekspor benih lobster.

Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Mohamad Abdi Suhufan menilai Presiden Jokowi sepertinya dalam posisi dilematis antara mengakomodir kepentingan politik pragmatis atau mencari figur bersih dan berintegritas guna merumuskan ulang agenda pembangunan kelautan dan perikanan serta menyelamatkan sumberdaya laut Indonesia.

Abdi pun meminta agar Presiden Jokowi tidak salah memilih orang untuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edhy Prabowo. "Dalam posisi ini Jokowi mesti berani mengambil sikap untuk melindungi dan menyelamatkan sumberdaya laut agar dikelola untuk kesejahteraan masyarakat," kata Abdi kepada SINDOnews, Selasa (1/12/2020). (Baca juga: Edhy Prabowo Ditangkap, Susi Pudjiastuti Didoakan Jadi Menteri KKP Lagi )

Abdi Suhufan mengatakan bahwa pidana korupsi yang dilakukan oleh Edhy Prabowo walaupun nilainya kecil tapi memberi dampak psikologis dan warning bahwa sektor kelautan dan perikanan rawan terjadi praktik korupsi. "Dari segi nilai memang kecil, tapi dampak psikologisnya besar dan jika tidak terungkap akan menjadi pintu masuk praktik korupsi lain di sektor kelautan dan perikanan," kata Abdi.

Selanjutnya Abdi mengingatkan bahwa selain izin benih lobster, sistem perizinan lain pada sektor kelautan dan perikanan perlu mendapat pengawasan semua pihak terutama oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. "Terdapat kewenangan perizinan lain di KKP yang rawan seperti pertambakan, tata ruang pesisir dan laut, reklamasi dan izin kapal ikan," kata Abdi.

Besarnya kewenangan perizinan di KKP ini jika tidak ditata dengan baik akan mengundang praktik percaloan atau broker yang berkelindan dengan kekuasaan atau oligarki. Kondisi ini mesti di antisipasi dengan menutup celah korupsi kebijakan, suap dan percaloan yang menimbulkan ekonomi biaya tinggi bagi masyarakat. "Caranya dengan membangun sistim pencegahan korupsi di internal KKP dan pilih orang baik yang berintegritas," kata Abdi. (Baca juga: Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Gerindra Minta Maaf ke Jokowi dan Masyarakat )

Sekadar diketahui, tertangkapnya Edhy Prabowo dan sejumlah pejabat dan swasta dalam operasi tangkap tangkap terkait izin ekspor benih lobster oleh KPK membuka tabir masih adanya praktik korupsi pada sektor kelautan dan perikanan. Oleh karena itu semua pihak perlu memberikan atensi terhadap kasus korupsi ini karena menimbulkan kerugian secara sosial, ekonomi dan lingkungan.

Selanjutnya perlu ada upaya dan gerakan bersama pemerintah dan masyarakat untuk menyelamatkan sumberdaya laut Indonesia dari upaya eksploitatif yang berlebihan.

(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Panggil Mendiktisaintek...
Prabowo Panggil Mendiktisaintek dan Menteri Trenggono ke Istana, Bahas Apa?
Menteri Trenggono Ungkap...
Menteri Trenggono Ungkap 100 Titik Kampung Nelayan Rampung Mei 2026
Prabowo Telepon dan...
Prabowo Telepon dan Tanya Kondisi Menteri KKP Trenggono yang Sempat Pingsan
Menteri Trenggono Pingsan...
Menteri Trenggono Pingsan Saat Upacara Pelepasan Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 karena Kecapekan
Menteri Trenggono Pingsan...
Menteri Trenggono Pingsan Saat 3 Jenazah Korban Pesawat ATR Diserahkan ke Negara
Selain Dorong Ekonomi...
Selain Dorong Ekonomi Biru, KKP Berkomitmen Jaga Laut demi Generasi Mendatang
Kunjungan ke Kebumen...
Kunjungan ke Kebumen dan Purworejo, Menteri Trenggono Targetkan Bangun 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih
Prabowo dan Menteri...
Prabowo dan Menteri Trenggono Bahas Kampung Nelayan, Progres Capai 50%
Menteri KKP Respons...
Menteri KKP Respons Keras Purbaya Soal Pembelian Kapal: Tanya ke Anak Buah Sebelum Komentar
Rekomendasi
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Berita Terkini
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Infografis
17 Menteri Jokowi yang...
17 Menteri Jokowi yang Bakal Masuk Kabinet Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved