Rocky Gerung Ungkap Kesamaan Poros Habib Rizieq dan Gatot Nurmantyo
Senin, 30 November 2020 - 09:38 WIB
loading...
A
A
A
Hal tersebut diungkapkan Rocky Gerung menjawab pertanyaan Hersubeno terkait adanya sambutan Habib Rizieq dalam diskusi yang digelar KAMI beberapa waktu lalu. Sementara Gatot membuat pernyataan tidak mungkin TNI memusuhi FPI.
"Ini fenomena menarik, dua poros sepertinya sudah memberi sinyal dan aba-aba," kata Hersubeno kepada Rocky.
Rocky juga menilai pernyataan Gatot yang menyebut TNI tidak mungkin memusuhi FPI menunjukkan kebijaksanaanya sebagai mantan Panglima TNI. "Itu wisdom dari Gatot yang mantan Panglima TNI dan tahu betul postur TNI. TNI bersama rakyat, timbul tenggelam bersama rakyat. Kalau yang lain pernyataan politik. Pak Gatot memahami betul bahwa FPI adalah fasilitas untuk menghasilkan Indonesia, berkali-kali sebetulnya diperlihatkan FPI sudah berubah total dibandingkan 10 tahun lalu," katanya.(Baca juga: Duet Prabowo-AHY Penuhi Syarat Nyapres 2024, tapi Tidak Menarik )
Menurut dia, keterhubungan Poros Petamburan dan Menteng bukan kesengajaan apalagi diarahkan."Sumbu itu terbentuk secara historis, tidak sengaja atau tidak diarah-arahkan, tapi disediakan sejarah," kata ahli filsafat ini.
"Ini fenomena menarik, dua poros sepertinya sudah memberi sinyal dan aba-aba," kata Hersubeno kepada Rocky.
Rocky juga menilai pernyataan Gatot yang menyebut TNI tidak mungkin memusuhi FPI menunjukkan kebijaksanaanya sebagai mantan Panglima TNI. "Itu wisdom dari Gatot yang mantan Panglima TNI dan tahu betul postur TNI. TNI bersama rakyat, timbul tenggelam bersama rakyat. Kalau yang lain pernyataan politik. Pak Gatot memahami betul bahwa FPI adalah fasilitas untuk menghasilkan Indonesia, berkali-kali sebetulnya diperlihatkan FPI sudah berubah total dibandingkan 10 tahun lalu," katanya.(Baca juga: Duet Prabowo-AHY Penuhi Syarat Nyapres 2024, tapi Tidak Menarik )
Menurut dia, keterhubungan Poros Petamburan dan Menteng bukan kesengajaan apalagi diarahkan."Sumbu itu terbentuk secara historis, tidak sengaja atau tidak diarah-arahkan, tapi disediakan sejarah," kata ahli filsafat ini.
(dam)
Lihat Juga :