Masyarakat Menilai Covid-19 Sangat Berbahaya, Kecemasan Meningkat

Senin, 11 Mei 2020 - 23:49 WIB
loading...
Masyarakat Menilai Covid-19...
Pekerja mengenakan face shield dan masker saat mencuci mobil pelanggan di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selasa (5/5/2020). Foto/SINDOnews/Adam Erlangga
A A A
JAKARTA - Center for Social Political Economic and Law Studies (CESPELS) melaksanakan survei tentang pandangan masyarakat terhadap Covid-19 . Mayoritas masyarakat mengetahui mengenai pandemi Covid-19 dan merasa tidak nyaman dengan situasi ini.

Survei ini dilakukan 23 April sampai 3 Mei 2020 dengan jumlah responden 1.053 orang di 34 provinsi. Direktur Eksekutif CESPELS Ubedilah Badrun mengatakan, jumlah masyarakat yang menilai Covid-19 sangat berbahaya cukup tinggi. Persentase mencapai 60,3 persen.

Sumber informasi masyarakat yang paling besar itu berasal dari media daring 21,9 persen. Selain itu, mereka mencari informasi dari televisi 21 persen, WhatsApp 13,1 persen, Instagram 11,8 persen, dan Facebook 8,5 persen.

“Kinerja pemerintah pusat melalui kemenkes dinilai baik 54,6 persen. Namun, ada 30,3 persen yang menyatakan kurang baik," ujar Direktur Riset dan Pengembangan CESPELS Aman Abadi dalam video conference, Senin (11/5/2020). (Baca juga: Warga di Bawah 45 Tahun Boleh Bekerja, Pengamat: Pemerintah Seperti Tidak Berdaya Lagi ).

Aman menerangkan, pandemi Covid-19 membuat tingkat kecemasan di masyarakat meningkat. Dari survei itu, sekitar 35,6 persen masyarakat merasa sangat cemas dan 54,4 persen cemas.

Dia mengungkapkan masyarakat menilai respons pemerintah dalam penanganan Covid-19 ini lambat. "Ada sekitar 45 persen yang menyatakan lambat, 29,6 persen bilang biasa saja, dan 25,4 persen cepat. Di sisi lain, pemerintah dianggap terbuka untuk informasi. Ini terlihat ada 55,7 persen setuju untuk transparansi data," tuturnya.

Dalam mengatasi penyebaran virus Sars Cov-II ini, pemerintah memilih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ada sekitar 44,3 persen yang menyatakan efektif dan 23,6 persen biasa saja. Hanya 13,6 persen masyarakat yang menilai PSBB tidak efektif. "Masyarakat menghendaki adanya pemberian hukuman bagi yang melanggar PSBB," ucap Ubedilah.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Hasil Survei, Kejagung...
Hasil Survei, Kejagung Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya Anak Muda
Survei Membuktikan 70,77%...
Survei Membuktikan 70,77% Publik Puas dengan Kepemimpinan Prabowo
Mayoritas Publik Tolak...
Mayoritas Publik Tolak Wacana Pelengseran, Stabilitas Jadi Pertimbangan Utama
Survei Indikator: Beragam...
Survei Indikator: Beragam Program Pemerintah Sukses Kawal Mudik 2026
BSKDN Kemendagri Terapkan...
BSKDN Kemendagri Terapkan Rasch Model untuk Memperkuat Kualitas Kebijakan
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Rekomendasi
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Sahroni Geram: Negara Tidak Boleh Kalah dari Pelaku Kriminal!
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Berita Terkini
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved