Akui Strategis, Bamsoet Kembali Wacanakan GBHN Dihidupkan Lagi
Sabtu, 28 November 2020 - 16:45 WIB
loading...
Ketua MPR Bambang Soesatyo kembali mewacanakan menghidupkan GBHN sebagai panduan pembangunan berkesinambungan di Indonesia. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyinggung kembali soal kewenangan yang pernah MPR yakni membuat Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Hal itu diungkapkannya dalam acara Sosialisasi 4 Pilar& Peluncuran Panduan Tata Cara Touring Berkendara Berkelompok di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Sabtu (28/11/2020).
sejak era reformasi, Bamsoet mengatakan bahwa kewenangan itu telah dicabut atau dihilangkan. Sebagai gantinya diserahkan kepada visi misi presiden untuk menyusun program kerjanya. "Tapi apa yang terjadi, yang terjadi adalah tidak adanya kesinambungan pembangunan. Setiap pemilihan presiden, setiap terpilih presiden baru ada program baru," kata Bamsoet dalam sambutannya
(Baca: Didukung 25 Provinsi, Bamsoet Optimistis Jadi Ketum IMI Pusat)
Atas dasar itulah, kata dia, MPR bertekad untuk mendorong lahirnya kembali GBHN atau garis-garis besar haluan negara yang bisa disesuaikan dengan kondisi bangsa Indonesia ke depannya. "Mungkin saja nanti kita rubah namanya menjadi pokok-pokok haluan negara yang menjadi bintang pengarah bangsa ini di dalam lompatan 50-100 yang akan datang," ujarnya.
Politikus Golkar itu menuturkan, Singapura, China, dan negara-negara besar lainnya telah mempunyai pokok-pokok haluannya, sampai bahkan 100 tahun yang datang. Sebaliknya, hari ini Indonesia belum ada.
sejak era reformasi, Bamsoet mengatakan bahwa kewenangan itu telah dicabut atau dihilangkan. Sebagai gantinya diserahkan kepada visi misi presiden untuk menyusun program kerjanya. "Tapi apa yang terjadi, yang terjadi adalah tidak adanya kesinambungan pembangunan. Setiap pemilihan presiden, setiap terpilih presiden baru ada program baru," kata Bamsoet dalam sambutannya
(Baca: Didukung 25 Provinsi, Bamsoet Optimistis Jadi Ketum IMI Pusat)
Atas dasar itulah, kata dia, MPR bertekad untuk mendorong lahirnya kembali GBHN atau garis-garis besar haluan negara yang bisa disesuaikan dengan kondisi bangsa Indonesia ke depannya. "Mungkin saja nanti kita rubah namanya menjadi pokok-pokok haluan negara yang menjadi bintang pengarah bangsa ini di dalam lompatan 50-100 yang akan datang," ujarnya.
Politikus Golkar itu menuturkan, Singapura, China, dan negara-negara besar lainnya telah mempunyai pokok-pokok haluannya, sampai bahkan 100 tahun yang datang. Sebaliknya, hari ini Indonesia belum ada.
Lihat Juga :