Pengamat: Perbaikan Erick Thohir di BUMN Butuh Waktu Lama dan Biaya Besar
Kamis, 26 November 2020 - 23:29 WIB
loading...
A
A
A
"Saya kira budaya Akhlak Erick Thohir di BUMN adalah salah satu pondasi yang penting, pondasi yang kokoh untuk kemudian mengoptimalkan transformasi atau restrukturisasi yang dilakukan oleh Kementerian BUMN, itu harus memang," ujar Mursalim, Kamis (26/11/2020).
Kendati membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menumbuhkan budaya baru itu, Mursalim optimis dengan masifnya sosialisasi dan respons yang bagus dari perusahaan BUMN, cita-cita Erick Thohir untuk menerapkan budaya Akhlak di BUMN bakal terwujud.
"Merubah budaya itu butuh waktu yang lama dan membutuhkan biaya yang besar, tetapi saya optimis ini bisa, Pak Erick tidak hanya memikirkan portofolio bisnis tapi juga internal SDM nya," tuturnya.
Dia melanjutkan, transformasi BUMN bakal cepat terwujud jika internal BUMN bisa bergerak seiring, sejalan tidak hanya pucuk pimpinan dari perusahaan plat merah, melainkan semuanya memiliki gerak dan pandangan yang sama melakukan transformasi.
"Setelah dicanangkan, tidak ada kesalahpahaman dalam melakukan proses itu, saya kira ini penting geraknya itu, langkahnya ini menjadi satu, seiring sejalan, jangan sampai kemudian hanya pucuk pimpinan yang mau melakukan perubahan, melakukan transformasi tetapi di internalnya sendiri tidak terjadi," ujarnya.
Kendati membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menumbuhkan budaya baru itu, Mursalim optimis dengan masifnya sosialisasi dan respons yang bagus dari perusahaan BUMN, cita-cita Erick Thohir untuk menerapkan budaya Akhlak di BUMN bakal terwujud.
"Merubah budaya itu butuh waktu yang lama dan membutuhkan biaya yang besar, tetapi saya optimis ini bisa, Pak Erick tidak hanya memikirkan portofolio bisnis tapi juga internal SDM nya," tuturnya.
Dia melanjutkan, transformasi BUMN bakal cepat terwujud jika internal BUMN bisa bergerak seiring, sejalan tidak hanya pucuk pimpinan dari perusahaan plat merah, melainkan semuanya memiliki gerak dan pandangan yang sama melakukan transformasi.
"Setelah dicanangkan, tidak ada kesalahpahaman dalam melakukan proses itu, saya kira ini penting geraknya itu, langkahnya ini menjadi satu, seiring sejalan, jangan sampai kemudian hanya pucuk pimpinan yang mau melakukan perubahan, melakukan transformasi tetapi di internalnya sendiri tidak terjadi," ujarnya.