Saran untuk Jokowi, Menteri Kelautan dan Perikanan Jangan Dipegang Gerindra Lagi

Kamis, 26 November 2020 - 14:55 WIB
loading...
Saran untuk Jokowi,...
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam sebuah kesempatan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) diprediksi tetap memilih kader Partai Gerindra sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, menggantikan Edhy Prabowo yang menjadi tersangka dugaan korupsi. Namun, jika langkah itu diambil Jokowi, dinilai berisiko.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, penggantian posisi menteri yang diduga terlibat kasus korupsi dengan kader partai politik yang sama, berisiko. "Presiden harus mempertimbangkan potensi abuse of power menteri baru nanti," ujar Dedi saat dihubungi SINDOnews, Kamis (26/11/2020).

Untuk itu, kata Dedi, Kementerian Kelautan dan Perikanan seharusnya tidak diisi kembali oleh kader Partai Gerindra . Lebih lanjut Dedi menuturkan, pilihan bagi Presiden Jokowi untuk mencari pengganti Edhy Prabowo setidaknya ada dua. Pertama, lakukan rotasi menteri agar KKP tidak dipimpin oleh kader Gerindra.

(Baca juga: Stafsus Edhy Prabowo Masih Buron, Begini Aktivitas Digital Terakhirnya ).

"Kedua, menarik tokoh baru di luar parpol yang memang punya potensi memajukan kelautan dan perikanan Indonesia," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (Sudra) Fadhli Harahab menduga Presiden Jokowi akan tetap memberikan porsi kursi Menteri Kelautan dan Perikanan kepada kader Partai Gerindra . Karena menurutnya, dengan memilih kader Gerindra, hubungan pemerintahan Jokowi dengan partai tersebut tetap berlangsung mesra.

(Baca juga: Sempat Diamankan KPK, Istri Edhy Prabowo Dilepas ).

"Dugaanku Presiden akan memilih orang baru yang akan mengisi posisi Menteri KKP, dan dari partai yang sama, Gerindra, karena itu sudah bawaan koalisi, jatah dua menteri. Sama seperti kasus Idrus Marham (eks Mensos) dulu, yang menggantikannya kan dari Golkar juga, Pak Agus Gumiwang," ujarnya.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tujuh tersangka dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait dengan perizinan tambak usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. Selain Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ada enam tersangka lainnya.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan, ada tujuh tersangka yang telah ditetapkan enam orang sebagai penerima yakni, EP, SAF, APM, SWD, AF dan AM."Ada satu tersangka berinisial SGT yang merupakan pemberi suap," kata Nawawi dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Rabu (25/11/2020) malam.

Edhy Prabowo pun mengundurkan diri sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan serta Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. "Saya dengan ini akan mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua Umum. Juga nanti saya akan mohon diri untuk tidak lagi menjabat sebagai Menteri dan saya yakin prosesnya sedang berjalan. Saya bertanggung jawab penuh dan saya akan hadapi dengan jiwa besar," ujarnya.

(Baca juga: Kursi Menteri yang Ditinggalkan Edhy Prabowo Diprediksi Tetap Milik Gerindra ).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Ahmad Khozinudin: Kami...
Ahmad Khozinudin: Kami Nyatakan Perang Terbuka secara Hukum Melawan Joko Widodo
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Rekomendasi
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Berita Terkini
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved