Berpotensi Timbulkan Konflik Pilkada, Jangan Persulit Perekaman E-KTP
Kamis, 26 November 2020 - 07:03 WIB
loading...
A
A
A
Tito memperingatkan jangan sampai pelayanan saat perekaman e-KTP berbuah kerumunan sebagaimana yang terjadi di Mojokerto beberapa waktu lalu. Hal ini harus jadi pelajaran berharga. "Ini saya minta diwaspadai. Perlu diatur, ini memerlukan keterlibatan teman-teman Satpol PP sehingga proses perekaman dapat berlangsung dengan mengindahkan protokol Covid-19," katanya.
Tito mengungkapkan, ada beberapa penyebab para pemilih belum melakukan perekaman. Pertama, mungkin belum tahu karena kurang sosialisasi. Kemudian kesiapan dari dinas dukcapil kurang mampu mengakomodasi masyarakat yang ingin melakukan perekaman sehingga tidak terlayani. “Ketiga, mungkin masyarakat yang belum merekam belum ingin merekam karena mungkin tidak ingin menggunakan hak pilih,” ucapnya.
Dia berharap masyarakat yang memiliki hak pilih mendapatkan dan menggunakan hak pilih sebaik-baiknya. Selain itu, meminta agar pihak penyelenggara tetap mendorong masyarakat untuk menggunakan hak pilih mereka. “Semakin tinggi tingkat partisipasi pemilih, legitimasi calon kepala daerah akan semakin kuat,” ujarnya.
Untuk memantau perekaman tersebut, Tito akan menerjunkan tim ke daerah pilkada yang perekaman e-KTP -nya kurang. Tito mengatakan tim kecil ini akan melihat seperti apa langkah-langkah yang dilakukan dinas dukcapil. “Apakah mereka bergerak atau tidak. Tentu bagi dinas dukcapil yang benar-benar bekerja all out, Kemendagri akan memberikan reward. Sebaliknya, dinas dukcapil yang tidak bekerja akan diberi punishment. Ini demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya. (Baca juga: Pesona Jatiluwih Tetap Bisa Dinikmati saat Pandemi)
Tito pun menjanjikan penghargaan bagi pemerintah daerah (pemda) dengan capaian perekaman 100%. Dia belum menyebut secara pasti apa yang akan dihadiahkan kepada daerah tersebut. Namun, ada beberapa hadiah yang kemungkinan akan diberikan. “Saya akan memberikan penghargaan entah apa pun penghargaan itu nanti,” ungkapnya.
Lima Hal yang Harus Dilakukan
Tito mengungkapkan, ada beberapa penyebab para pemilih belum melakukan perekaman. Pertama, mungkin belum tahu karena kurang sosialisasi. Kemudian kesiapan dari dinas dukcapil kurang mampu mengakomodasi masyarakat yang ingin melakukan perekaman sehingga tidak terlayani. “Ketiga, mungkin masyarakat yang belum merekam belum ingin merekam karena mungkin tidak ingin menggunakan hak pilih,” ucapnya.
Dia berharap masyarakat yang memiliki hak pilih mendapatkan dan menggunakan hak pilih sebaik-baiknya. Selain itu, meminta agar pihak penyelenggara tetap mendorong masyarakat untuk menggunakan hak pilih mereka. “Semakin tinggi tingkat partisipasi pemilih, legitimasi calon kepala daerah akan semakin kuat,” ujarnya.
Untuk memantau perekaman tersebut, Tito akan menerjunkan tim ke daerah pilkada yang perekaman e-KTP -nya kurang. Tito mengatakan tim kecil ini akan melihat seperti apa langkah-langkah yang dilakukan dinas dukcapil. “Apakah mereka bergerak atau tidak. Tentu bagi dinas dukcapil yang benar-benar bekerja all out, Kemendagri akan memberikan reward. Sebaliknya, dinas dukcapil yang tidak bekerja akan diberi punishment. Ini demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya. (Baca juga: Pesona Jatiluwih Tetap Bisa Dinikmati saat Pandemi)
Tito pun menjanjikan penghargaan bagi pemerintah daerah (pemda) dengan capaian perekaman 100%. Dia belum menyebut secara pasti apa yang akan dihadiahkan kepada daerah tersebut. Namun, ada beberapa hadiah yang kemungkinan akan diberikan. “Saya akan memberikan penghargaan entah apa pun penghargaan itu nanti,” ungkapnya.
Lima Hal yang Harus Dilakukan
Lihat Juga :