Gubernur Jateng Cek Kesiapan Sekolah Jelang Pembelajaran Tatap Muka
Selasa, 24 November 2020 - 19:16 WIB
loading...
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi SMAN 3 Semarang, Selasa (24/11/2020). FOTO : Istimewa
A
A
A
SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mencari solusi dan metodologi-metodologi terbaik untuk sistem pembelajaran di masa pandemi ini. Hingga saat ini masih ada beberapa kendala terkait pembelajaran meskipun ada sekolah yang sudah mulai uji coba pembelajaran tatap muka.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebutkan, saat ini sudah ada 34 sekolah yang ujicoba pembelajaran tatap muka dengan aturan yang ketat. Ke-34 sekolah tersebut terdiri atas 16 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 18 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di 13 cabang Dinas Pendidikan di Jawa Tengah.
"Saya itu ngecek saja karena kemarin banyak pertanyaan dari publik, wali murid, siswa, dan wartawan (soal pembelajaran tatap muka). Kemarin kita coba cek evaluasi, dulu ada tujuh, dan coba kita kembangkan, sekarang sudah 34 sekolah. SMAN 3 Semarang ini salah satunya," kata Ganjar usai mengunjungi SMAN 3 Semarang, Selasa (24/11/2020).
Ia menjelaskan, SMAN 3 Semarang memang sudah berhasil mengatur kapan anak didik berangkat dari rumah sampai sekolah. Begitu juga dengan saat anak didik pulang dari sekolah sampai dipastikan sampai di rumah.
"Bisa diantar orangtua, jalan kaki, atau naik sepeda kalau mau. Bahkan SMAN 3 Semarang punya aplikasi kalau anak didiknya sudah sampai rumah harus ngabarin guru atau wali kelas. Kalau tidak, nanti orang tuanya akan dihubungi pihak sekolah," jelasnya.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebutkan, saat ini sudah ada 34 sekolah yang ujicoba pembelajaran tatap muka dengan aturan yang ketat. Ke-34 sekolah tersebut terdiri atas 16 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 18 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di 13 cabang Dinas Pendidikan di Jawa Tengah.
"Saya itu ngecek saja karena kemarin banyak pertanyaan dari publik, wali murid, siswa, dan wartawan (soal pembelajaran tatap muka). Kemarin kita coba cek evaluasi, dulu ada tujuh, dan coba kita kembangkan, sekarang sudah 34 sekolah. SMAN 3 Semarang ini salah satunya," kata Ganjar usai mengunjungi SMAN 3 Semarang, Selasa (24/11/2020).
Ia menjelaskan, SMAN 3 Semarang memang sudah berhasil mengatur kapan anak didik berangkat dari rumah sampai sekolah. Begitu juga dengan saat anak didik pulang dari sekolah sampai dipastikan sampai di rumah.
"Bisa diantar orangtua, jalan kaki, atau naik sepeda kalau mau. Bahkan SMAN 3 Semarang punya aplikasi kalau anak didiknya sudah sampai rumah harus ngabarin guru atau wali kelas. Kalau tidak, nanti orang tuanya akan dihubungi pihak sekolah," jelasnya.
Lihat Juga :