DPR Gandeng KPK Awasi Dana Otonomi Khusus

Selasa, 24 November 2020 - 15:13 WIB
loading...
DPR Gandeng KPK Awasi...
Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) DPR RI akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi implementasi dana otsus, sehingga bisa maksimal. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) DPR RI akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengawasi implementasi dana otsus. Sehingga, penggunaan dana otsus ini lebih maksimal, mulai dari perencanaan hingga tataran implementasi agar tepat sasaran.

(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)

Hal ini dikatakan Wakil Ketua DPR Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) Azis Syamsuddin dalam kunjungan kerja (kunker) di Banda Aceh, Senin (23/11/2020).

"KPK kita akan undang kita akan ajak rapat supaya dari sisi perencanaan awal juga harus teratur dan pelaksanaannya data evaluasi penggunaan, kita akan gunakan ini secara maksimal supaya tepat sasaran dan menjadi catatan kita untuk kita undang dan kita ajak rapat kesediaan daripada institusi Komisi Pemberantasan Korupsi supaya tidak terjadi lagi tindakan yang bersifat kuratif tetapi kita lakukan tindakan yang bersifat preventif," kata Azis Syamsuddin.

(Baca juga: Menag Minta Akademisi dan Kampus Jadi Garda Terdepan Dukung Wakaf Nasional)

Sehingga, Azis melanjutkan, masih ada jeda waktu untuk pengembalian bila terjadi indikasi kerugian-kerugian, dan proyek tersebut tidak berhenti di tengah jalan. Karena selama ini, banyak proyek berhenti di tengah jalan akibat tersangkut masalah hukum.

"Saya berterima kasih tadi masukan dari pak Wahyu (Kapolda) Kemudian dari TNI Babinsa dan dari kabinda dan Kami juga akan rapat dengan Pak kabin Pak Budi Gunawan untuk evaluasi dan pemantauan kami sudah bertekad Pak Insyaallah innama a'malu bin niat sejak kepemimpinan kami yang ada di tim otsus kami akan memimpin ini dari sisi perencanaan dari sisi pelaksanaan Kemudian dari sisi evaluasi secara bertahap," ujarnya.

(Baca juga: Terbukti, Imunisasi Berhasil Cegah Penyakit Menular)

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini melanjutkan, jadi bisa saja Tim Pemantau tiba-tiba mendatangi loaksi proyek infrastruktur di daerah otsus, guna melihat sudah sampai mana proyek berjalan, bagaimana pelaksanaannya, dan jika tidak terlaksana, apakah ada hambatan-hambatan dan sebagainya. Hal ini bertujun agar dana otsus ni benar-benar dirasakan oleh masyarakat, sehingga program pemerintah pusat bisa teraplikasikan dan terlaksana dengan benar, tepat sasaran, efisien dan efektif.

"Karena kami juga sudah melakukan pertemuan secara informal dengan beberapa pemimpin-pemimpin tokoh masyarakat sini masukan-masukan ada yang menyatakan tidak perlu lagi otsus itu Pak yang kami terima. Kenapa, karena banyak diselewengkan, tidak tepat sasaran," ungkap mantan Ketua Komisi III DPR ini.

Azis menambahkan, dirinya dapaf memahami bahwa pada kondisi-kondisi terakhir ini, birokrasi pemerintahan daerah, khususnya di Provinsi Aceh. Untuk itu, DPR akan mengusahakan ke depan agar tidak terjadi lagi hal serupa. Jadi, harus benar-benar sinkron antara program kabupaten kota program provinsi dan program pemerintah pusat, semua harus sejalan dan tidak ada lagi yang berbeda arah, ataupun program pemerintah pusat tidak berjalan atau UU Nomor 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh tidak berlangsung dengan baik

"Jadi itu Pak yang jadi sebagai catatan kita, kita akan undang nanti komisi pemberantasan korupsi untuk mengecek supaya ini tidak terjadi lagi hal-hal yang kita tidak inginkan supaya nanti pertanggungjawaban kita di mata Allah pada saat masuk 1x2 (liang kubur) itu agak tenang dikit," pungkas Azis.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Rumah Bupati Sugiri...
Rumah Bupati Sugiri Sancoko Digeledah, 3 Mobil Hardtop dan 1 Alphard Disita
KPK Periksa 9 Saksi,...
KPK Periksa 9 Saksi, Telusuri Pemberian Uang ke Bupati Gatut Sunu Wibowo
Rekomendasi
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Iran Bangkit Dua Kali,...
Iran Bangkit Dua Kali, Imbangi Selandia Baru 2-2 di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved