JK Sebut Ada Kekosongan Kepemimpinan, Upaya Jadikan Habib Rizieq Vote Getter
Senin, 23 November 2020 - 09:13 WIB
loading...
Direktur Eksekutif SUDRA, Fadhli Harahab menilai pernyataan JK kurang tepat karena seolah-olah ada upaya pendeligitimasi kepemimpinan yang dihasilkan dari proses demokrasi yaitu pemilu. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) soal kekosongan kepemimpinan menuai kontroversi di ranah publik. Ucapan Wapres era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi) itu pun mendapat beragam komentar dari masyarakat.
Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA), Fadhli Harahab menilai pernyataan JK kurang tepat karena seolah-olah ada upaya pendeligitimasi kepemimpinan yang dihasilkan dari proses demokrasi yaitu pemilu. (Baca juga: Soal Habib Rizieq, JK Sebut Akibat Kekosongan Kepemimpinan)
Fadhli mengatakan lebih tepat jika disebut krisis kepemimpinan dari pada kekosongan kepemimpinan. Dengan begitu kritik JK akan lebih konstruktif dan naratif.
"Menurutku lebih tepat krisis kepemimpinan dari pada kekosongan kepemimpinan. Kalau kekosongan kepemimpinan seolah ada upaya pendelegitimasian dan ini aku rasa tidak konstruktif," ujar Fadhli saat dihubungi SINDOnews, Senin (23/11/2020).
Dia menduga pernyataan JK erat kaitan dengan pengesahan RUU Ciptaker yang baru saja disahkan DPR dan pemerintah. Sebab, pernyataannya sendiri secara jelas ditujukan kepada DPR dan partai politik hingga ada aksi bakar-bakar di jalanan.
Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA), Fadhli Harahab menilai pernyataan JK kurang tepat karena seolah-olah ada upaya pendeligitimasi kepemimpinan yang dihasilkan dari proses demokrasi yaitu pemilu. (Baca juga: Soal Habib Rizieq, JK Sebut Akibat Kekosongan Kepemimpinan)
Fadhli mengatakan lebih tepat jika disebut krisis kepemimpinan dari pada kekosongan kepemimpinan. Dengan begitu kritik JK akan lebih konstruktif dan naratif.
"Menurutku lebih tepat krisis kepemimpinan dari pada kekosongan kepemimpinan. Kalau kekosongan kepemimpinan seolah ada upaya pendelegitimasian dan ini aku rasa tidak konstruktif," ujar Fadhli saat dihubungi SINDOnews, Senin (23/11/2020).
Dia menduga pernyataan JK erat kaitan dengan pengesahan RUU Ciptaker yang baru saja disahkan DPR dan pemerintah. Sebab, pernyataannya sendiri secara jelas ditujukan kepada DPR dan partai politik hingga ada aksi bakar-bakar di jalanan.