Gelar Rapimnas, IPNU Harus Siapkan Kader Progresif
Sabtu, 21 November 2020 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) H Abdul Muhaimin Iskandar dalam sambutannya menegaskan bahwa soliditas kultural bangsa Indonesia, khususnya Nahdlatul Ulama merupakan kekuatan penting untuk kemajuan zaman. Sebagai informasi, kegiatan ini juga dilakukan secara luring. Para peserta dari berbagai wilayah mengikuti tes rapid yang dilakukan oleh Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) saat registrasi. Para peserta juga mengenakan masker dan menjaga jarak saat berlangsungnya acara. Panitia juga menyediakan cairan pembersih tangan dan perlengkapan protokol kesehatan yang ketat lainnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP IPNU Aswandi Jailani menyampaikan bahwa Rapimnas akan membahas isu-isu strategis yang berkaitan dengan IPNU dan juga berkaitan dengan internal, yaitu mengenai klaster dan akreditasi. "Tujuan diadakannya klaster dan akreditasi adalah untuk memajukan kader-kader IPNU dalam meningkatkan inovasi serta menyiapkan kader-kader ke depannya dalam menghadapi tantangan zaman," katanya.
Menurutnya, klaster dan akreditasi merupakan hal yang baru, dan oleh karena itu sedikit akan membebani seluruh kader IPNU. Namun, ia percaya bahwa seluruh kader IPNU mampu melaksanakan program tersebut, mulai dari anak cabang, cabang, hingga wilayah bisa melakukannya secara maksimal. “Ini merupakan hal yang baru, karena ini mungkin sangat membebeni kita semua namun saya percaya semua kader akan bisa melaksanakan secara maksimal,” tegasnya.
Tidak hanya itu Rapimnas juga membahas beberapa hal terkait isu-isu nasional. Yang utama berkaitan dengan pendidikan, yaitu persoalan pelajar Indonesia. Inovasi pendidikan, ideologi pancasila dan idoelogi aswaja. Semua yang terangkum dalam Rapimnas adalah berangkat dari semua kegiatan yang sudah dilakukan.
Aswandi juga menyampaikan harapannya kepada IPNU kedepannya. Yaitu pada tahun 2030, yaitu Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Untuk itu semuanya harus harus dipersiapkan, ini menjadi tanggung jawab semua elemen kader IPNU. “Ke depannya saya harap kita siap menghadapi bonus demografi pada tahun 2030 dan ini menjadi tanggung jawab kita semua. Di lain hal kaderisasi juga harus dimaksimalkan lagi di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP IPNU Aswandi Jailani menyampaikan bahwa Rapimnas akan membahas isu-isu strategis yang berkaitan dengan IPNU dan juga berkaitan dengan internal, yaitu mengenai klaster dan akreditasi. "Tujuan diadakannya klaster dan akreditasi adalah untuk memajukan kader-kader IPNU dalam meningkatkan inovasi serta menyiapkan kader-kader ke depannya dalam menghadapi tantangan zaman," katanya.
Menurutnya, klaster dan akreditasi merupakan hal yang baru, dan oleh karena itu sedikit akan membebani seluruh kader IPNU. Namun, ia percaya bahwa seluruh kader IPNU mampu melaksanakan program tersebut, mulai dari anak cabang, cabang, hingga wilayah bisa melakukannya secara maksimal. “Ini merupakan hal yang baru, karena ini mungkin sangat membebeni kita semua namun saya percaya semua kader akan bisa melaksanakan secara maksimal,” tegasnya.
Tidak hanya itu Rapimnas juga membahas beberapa hal terkait isu-isu nasional. Yang utama berkaitan dengan pendidikan, yaitu persoalan pelajar Indonesia. Inovasi pendidikan, ideologi pancasila dan idoelogi aswaja. Semua yang terangkum dalam Rapimnas adalah berangkat dari semua kegiatan yang sudah dilakukan.
Aswandi juga menyampaikan harapannya kepada IPNU kedepannya. Yaitu pada tahun 2030, yaitu Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Untuk itu semuanya harus harus dipersiapkan, ini menjadi tanggung jawab semua elemen kader IPNU. “Ke depannya saya harap kita siap menghadapi bonus demografi pada tahun 2030 dan ini menjadi tanggung jawab kita semua. Di lain hal kaderisasi juga harus dimaksimalkan lagi di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
(war)
Lihat Juga :