Panglima TNI: Tema Propaganda Dulu Kini Berganti Trending Topic
Sabtu, 21 November 2020 - 14:38 WIB
loading...
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan ancaman terhadap keutuhan NKRi yang berasal dari dunia maya. Foto/Puspen TNI
A
A
A
JAKARTA - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan media sosial telah menjelma menjadi arena peperangan psikologis atau perang urat saraf. Melalui media sosial, aneka propaganda ditebar, termasuk propaganda gerakan separatism untuk berpisah dari NKRI.
"Sekarang kita mengenal hastag, trending topic. Dahulu kita menyebutnya sebagai tema propaganda," kata Hadi saat menjadi keynote speaker dalam acara Webinar Pelatihan Sinergi Anak Bangsa Dalam Menjaga Keutuhan Bangsa dan Negara Dari Aksi Separatisme di Dunia Maya, Sabtu (21/11/2020).
(Baca: Diduga Separatis, 12 Orang Kelompok Republik Melanisea Ditangkap di Jayapura)
Menghadapi fenomena ini, Hadi menekankan pentingnya kesatuan pandangan dan persepsi untuk mensinergikan keselarasan dalam tindakan, kebijakan dan rencana aksi yang utuh demi mencegah terjadinya separatisme.
Untuk itu diperlukan partisipasi lintas sektoral dan tidak mungkin hanya bisa dihadapi satu instansi semata. "Oleh karena itu, dibutuhkan langkah penanganan yang dilakukan secara komprehensif, integral dan terpadu. Diperlukan sinergi untuk negeri," ujar Hadi.
"Sekarang kita mengenal hastag, trending topic. Dahulu kita menyebutnya sebagai tema propaganda," kata Hadi saat menjadi keynote speaker dalam acara Webinar Pelatihan Sinergi Anak Bangsa Dalam Menjaga Keutuhan Bangsa dan Negara Dari Aksi Separatisme di Dunia Maya, Sabtu (21/11/2020).
(Baca: Diduga Separatis, 12 Orang Kelompok Republik Melanisea Ditangkap di Jayapura)
Menghadapi fenomena ini, Hadi menekankan pentingnya kesatuan pandangan dan persepsi untuk mensinergikan keselarasan dalam tindakan, kebijakan dan rencana aksi yang utuh demi mencegah terjadinya separatisme.
Untuk itu diperlukan partisipasi lintas sektoral dan tidak mungkin hanya bisa dihadapi satu instansi semata. "Oleh karena itu, dibutuhkan langkah penanganan yang dilakukan secara komprehensif, integral dan terpadu. Diperlukan sinergi untuk negeri," ujar Hadi.
Lihat Juga :