14 Pejabat Baru Polri Resmi Dilantik, Kapolri Ingatkan Tiga Tantangan Ini

loading...
14 Pejabat Baru Polri Resmi Dilantik, Kapolri Ingatkan Tiga Tantangan Ini
Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis melantik 14 pejabat baru Polri di Mabes Polri, Jumat (20/11/2020). Foto Sindonews

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis resmi melantik 14 perwira tinggi (pati) Polri, Jumat (20/11/2020). Beberapa yang dilantik antara lain, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Niko Afinta, Kapolda Jawa Barat Ahmad Dofiri dan sebagainya.

Dalam amanahnya, Kapolri menekankan beberapa tantangan tugas Polri ke depan. Pertama soal penanganan pandemi Covid-19. Menurut Idham, dampak Covid-19 sangatlah besar dirasakan masyarakat. Sampai hari di Indonesia terkonfirmasi positif 483.518 orang, dan meninggal dunia 15.600 orang.

(Baca Juga: Sah, Irjen Pol Fadil Imran Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya)

“Negara juga mengalami resesi ekonomi nasional pertumbuhannya minus selama 3 kuartal berturut-turut. Oleh karena itu, pemerintah berharap banyak kepada TNI dan Polri, sehingga mari kita laksanakan sesuai dengan tugasdan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” kata Idham.



Tantangan selanjutnya adalah pengamanan Pilkada Serentak 2020 yang akan berlangsung 9 Desember 2020 melalui penggelaran Ops Mantap Praja 2020. Atas perhelatan pesta akbar tersebut, jenderal bintang empat itu menekankan netralitas baik secara organisasi maupun individu. “Berikan jaminan bahwa penyelenggaraan tahapan Pilkada sesuai dengan protokol Kesehatan dan berjalan aman,” tegasnya.

(Baca Juga: Hari Ini, Kapolri Pimpin Sertijab Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar yang Baru)

Kemudian pengamanan Natal, libur panjang, serta tahun baru 2021 melalui Ops Lilin 2020. Keren aini masih dalam situasi pandemi Covid-19, maka Idham meminta beberapa strategi yang harus dilakukan.



Upaya preemtif, lakukan dialog dan diskusi dengan tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat untuk proaktif mengimbau penerapan Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19. Upaya preventif yakni tempatkan anggota di tempat-tempat wisata/keramaian untuk pendisiplinan protokol Kesehatan.

“terakhir Upaya represif/gakkum merupakan jalan terakhir yang tetap dilakukan apabila situasi tidak dapat lagi dikelola melalui upaya preemtif dan preventif,” tandasnya.

Dari ketiga tantangan tersebut di atas, yang menjadi prioritas kita adalah bagaimana mendukung pemerintah dalam rangka menanggulangi penyebaran dan bahaya Covid19. “Lebih baik berbuat dan menuai risiko, daripada tidak berbuat berbuah risiko”
(ymn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top