Penutupan Visa Umrah, Konjen RI Jeddah: InsyaAllah Beberapa Hari Lagi Dibuka
Kamis, 19 November 2020 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
Seperti diketahui, dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Rabu (18/11/2020), Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menegaskan bahwa informasi penutupan visa umrah oleh pemerintah Arab Saudi hoaks. Bahkan, pada 22 November mendatang jamaah umrah gelombang dua akan diberangkatkan.
"Soal umrah ditutup, Insya Allah sejauh ini hanya hoaks saja. Yang jelas Insya Allah tanggal 22 November ini ada masuk gelombang akan berangkat ya," kata Menag.
Namun dalam keterangan tertulis sebelumnya, Kemenag menginformasikan bahwa saat ini pemerintah Arab Saudi sedang menutup proses visa dalam rangka melakukan evaluasi dan pengaturan terhadap penyelenggaraan ibadah umrah bagi jamaah Indonesia.
Untuk diketahui, sejak ibadah umrah kembali dibuka bagi jamaah dari luar Arab Saudi, Indonesia telah mengirimkan jamaah dalam tiga gelombang yakni pada 1, 3, dan 8 November 2020. Jumlah total jamaah 359 orang yang diberangkatkan oleh 44 Penyelenggara Perjalalanan Ibadah Umrah (PPIU). (Baca juga: Soal Visa Umrah Ditangguhkan, Pemerintah Diminta Selektif Tetapkan Calon Jamaah )
Menurut Menag, berdasarkan hasil tes, pemberangkatan 1 November 2020 terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 8 orang, 3 November 2020 terkonfirmasi positif sebanyak 5 orang, dan 8 November 2020 tidak ada yang positif. "Dari 13 orang yang positif, 3 di antaranya sudah kembali ke Indonesia, 7 orang malam nanti akan kembali ke Tanah Air, 3 masih karantina di Saudi," katanya.
Atas kejadian tersebut, Kemenag akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaran ibadah umrah. Pertama, perlunya karantina jamaah pada saat keberangkatan minimal 3 hari.
"Ini dilakukan guna memastikan proses tes PCR/SWAB dilakukan dengan benar, tidak mepet waktunya, dan menghindari risiko adanya pemalsuan data status Jemaah," terang Menag.
"Soal umrah ditutup, Insya Allah sejauh ini hanya hoaks saja. Yang jelas Insya Allah tanggal 22 November ini ada masuk gelombang akan berangkat ya," kata Menag.
Namun dalam keterangan tertulis sebelumnya, Kemenag menginformasikan bahwa saat ini pemerintah Arab Saudi sedang menutup proses visa dalam rangka melakukan evaluasi dan pengaturan terhadap penyelenggaraan ibadah umrah bagi jamaah Indonesia.
Untuk diketahui, sejak ibadah umrah kembali dibuka bagi jamaah dari luar Arab Saudi, Indonesia telah mengirimkan jamaah dalam tiga gelombang yakni pada 1, 3, dan 8 November 2020. Jumlah total jamaah 359 orang yang diberangkatkan oleh 44 Penyelenggara Perjalalanan Ibadah Umrah (PPIU). (Baca juga: Soal Visa Umrah Ditangguhkan, Pemerintah Diminta Selektif Tetapkan Calon Jamaah )
Menurut Menag, berdasarkan hasil tes, pemberangkatan 1 November 2020 terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 8 orang, 3 November 2020 terkonfirmasi positif sebanyak 5 orang, dan 8 November 2020 tidak ada yang positif. "Dari 13 orang yang positif, 3 di antaranya sudah kembali ke Indonesia, 7 orang malam nanti akan kembali ke Tanah Air, 3 masih karantina di Saudi," katanya.
Atas kejadian tersebut, Kemenag akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaran ibadah umrah. Pertama, perlunya karantina jamaah pada saat keberangkatan minimal 3 hari.
"Ini dilakukan guna memastikan proses tes PCR/SWAB dilakukan dengan benar, tidak mepet waktunya, dan menghindari risiko adanya pemalsuan data status Jemaah," terang Menag.
Lihat Juga :