Partai Baru Bermunculan, dari Konflik Elite hingga Romantisme Masa Lalu
Selasa, 17 November 2020 - 14:52 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Partai Masyumi secara resmi kembali dideklarasikan tepat di hari ulang tahunnya ke-75 oleh Ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Partai Islam Ideologis (BPU-PPII) A Cholil Ridwan. Partai Masyumi sempat dibubarkan di era Pemerintahan Soekarno.(Baca juga: Masyumi Reborn dan Jalan Terjal Islam Politik )
Sedangkan deklarasi Partai Masyumi bertajuk Masyumi Reborn itu di Aula Masjid Furqon, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat dan disiarkan secara daring pada Sabtu 7 November 2020.
Tokoh-tokoh yang terlibat dalam Partai Masyumi diantaranya, Ahmad Yani yang juga sebagai Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), MS Kaban yang merupakan salah satu deklarator KAMI dan pernah jadi ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB).
Lalu, sejumlah tokoh yang menghadiri deklarasi Masyumi Reborn itu diantaranya mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua, mantan Staf Khusus Wapres Laode M Kamaludin, pengacara Eggy Sudjana, dan tokoh pergerakan kawakan Sri Bintang Pamungkas.
Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam mengungkapkan, munculnya partai-partai baru belakangan ini tentu ada beberapa penyebabnya. "Setidaknya ada tiga penyebab kenapa muncul partai-partai baru dewasa ini," ujar Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Senin 9 November lalu.
(Baca juga: Dukung Masyumi, Ustaz Abdul Somad: Umat Sudah Putus Asa )
Pertama, kata dia, konflik dan fragmentasi politik di partai politik (parpol) yang berujung perpecahan. Dengan demikian yang kalah kemudian membuat Parpol baru. "Fenomena ini bisa kita lihat dari berdirinya Partai Ummat dan Partai Gelora," tutur Arif.
Kedua, lanjut Arif, romantisme sejarah politik berbasis simbol atau identitas. "Lahirnya Partai Masyumi Reborn saya kira tak lepas dari romantisme kejayaan politik Partai Masyumi di zaman Orde Lama. Mereka mencoba mengkapitalisasi sejarah dan ideologi Masyumi untuk mencari dukungan pemilih," tuturnya.
Sedangkan deklarasi Partai Masyumi bertajuk Masyumi Reborn itu di Aula Masjid Furqon, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat dan disiarkan secara daring pada Sabtu 7 November 2020.
Tokoh-tokoh yang terlibat dalam Partai Masyumi diantaranya, Ahmad Yani yang juga sebagai Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), MS Kaban yang merupakan salah satu deklarator KAMI dan pernah jadi ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB).
Lalu, sejumlah tokoh yang menghadiri deklarasi Masyumi Reborn itu diantaranya mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua, mantan Staf Khusus Wapres Laode M Kamaludin, pengacara Eggy Sudjana, dan tokoh pergerakan kawakan Sri Bintang Pamungkas.
Pengamat Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam mengungkapkan, munculnya partai-partai baru belakangan ini tentu ada beberapa penyebabnya. "Setidaknya ada tiga penyebab kenapa muncul partai-partai baru dewasa ini," ujar Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Senin 9 November lalu.
(Baca juga: Dukung Masyumi, Ustaz Abdul Somad: Umat Sudah Putus Asa )
Pertama, kata dia, konflik dan fragmentasi politik di partai politik (parpol) yang berujung perpecahan. Dengan demikian yang kalah kemudian membuat Parpol baru. "Fenomena ini bisa kita lihat dari berdirinya Partai Ummat dan Partai Gelora," tutur Arif.
Kedua, lanjut Arif, romantisme sejarah politik berbasis simbol atau identitas. "Lahirnya Partai Masyumi Reborn saya kira tak lepas dari romantisme kejayaan politik Partai Masyumi di zaman Orde Lama. Mereka mencoba mengkapitalisasi sejarah dan ideologi Masyumi untuk mencari dukungan pemilih," tuturnya.
Lihat Juga :