15 Negara Akhirnya Tanda Tangani Perjanjian Regional RCEP

Senin, 16 November 2020 - 02:40 WIB
loading...
15 Negara Akhirnya Tanda...
Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) hari ini resmi ditandatangani 15 negara. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
BOGOR - Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership ( RCEP ) hari ini resmi ditandatangani 15 negara. Di antaranya Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Laos, Vietnam, Kamboja, Brunei Darussalam, Australia, China, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan bahwa RCEP merupakan inisiatif Indonesia saat menjadi ketua ASEAN dan disepakati pada pertemuan pemimpin ASEAN pada November 2011.

"Perundingan pertama dimulai Maret 2013 dan Indonesia bertindak sebagai Chair RCEP Negotiation. RCEP diharapkan dapat menciptakan kondisi kondusif dan kompetitif bagi ekonomi di kawasan Indo-Pacific," katanya di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (15/11/2020). (Baca juga: Presiden Jokowi Hadiri KTT ASEAN-PBB dan KTT RCEP )

Menurut Menlu, hari ini merupakan hari bersejarah dengan ditandatanganinya RCEP. Retno mengatakan sebagaimana yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada KTT RCEP bahwa hal ini melalui proses yang tidak mudah.

"Membutuhkan waktu hampir satu dekade untuk bisa menyelesaikan perundingan ini. Dan penandatanganan ini menandai kuatnya komitmen kita terhadap multilateralisme. Ini juga menandai komitmen kita terhadap prinsip-prinsip perdagangan multilateral yang terbuka adil dan menguntungkan semua," katanya.

Hal ini juga dinilai langkah tepat untuk penanganan pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19. (Baca juga: Antisipasi Kekeringan, 9 Ribu Ton Pupuk untuk Percepatan Musim Tanam di Tangsel )

"Menurut presiden, RCEP memberikan harapan dan optimisme baru bagi pemulihan ekonomi pasca pandemi. Dan merupakan sebuah kehormatan bagi Indonesia menjadi negara koordinator dalam proses panjang ini. Presiden menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas dukungan dan kontribusi konstruktif semua negara tanpa terkecuali dalam proses perundingan ini," katanya.

Rento mengatakan bahwa presiden menyebut penandatangan ini baru permulaan. Pasalnya masih ada tantangan pengimplementasian di masing-masing negara. "Sebagai penutup presiden sampaikan bahwa penandatanganan ini hanya permulaan. Jalan panjang dan terjal mungkin ada di hadapan kita yakni bagaimana kita mengimplementasikannya, dan ini memerlukan komitmen politik pada tingkat tertinggi," katanya.

Lebih lanjut, Menlu mengatakan bagi Indonesia masih membuka kemungkinan bergabungnya negara lain dalam RCEP. "Bagi Indonesia, kita masih membuka peluang negara di kawasan untuk bergabung ke dalam RCEP," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
UPI YAI dan Shinawatra...
UPI YAI dan Shinawatra University Thailand Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Momen Prabowo Kenakan...
Momen Prabowo Kenakan Barong Motif Batik saat Gala Dinner KTT ke-48 ASEAN
Maung Presiden Prabowo...
'Maung' Presiden Prabowo Curi Perhatian Delegasi ASEAN dan Warga Filipina
Presiden Prabowo Serukan...
Presiden Prabowo Serukan ASEAN Perkuat Persatuan dan Perdamaian Kawasan
Prabowo di KTT ke-48...
Prabowo di KTT ke-48 ASEAN: Ketahanan Energi Salah Satu Isu Penting yang Kita Hadapi Saat Ini
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Rekomendasi
Pelajar Tewas Tersangkut...
Pelajar Tewas Tersangkut Kabel, DPRD Desak Pemprov DKI Jakarta Tata Ulang Pengelolaan Utilitas
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved