Sekjen PBB Tanggapi Positif Ajakan Jokowi untuk Perkuat Toleransi
Minggu, 15 November 2020 - 16:43 WIB
loading...
Menlu Retno Marsudi mengatakan ajakan Presiden Jokowi untuk memperkuat toleransi disambut baik Sekjen PBB. Foto/dok.SINSOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 ASEAN-PBB Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya menjaga kemajemukan dan toleransi. Pada kesempatan itu juga Presiden menyampaikan rasa prihatin karena masih adanya intoleransi beragama dan kekerasan atas nama agama.
“Kalau ini dibiarkan maka hanya akan mencabik harmoni dan menyuburkan radikalisme dan ekstrimisme. Presiden menyampaikan bahwa hal ini tidak boleh teerjadi. Saat ini dunia membutuhkan persatuan, persaudaraan dan kerjasama untu, mengadapi covid-19 dan tantangan global lainnya,” katanya saat konfrensi pers di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (15/11/2020).
(Baca: Di KTT ASEAN-PBB, Jokowi Prihatin Intoleransi Atas Nama Agama Masih Terjadi)
Retno mengatakan Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar di dunia menyatakan bahwa kebebasan berekspres tidak bersifat absolut. Nilai, lambang dan sensitivitas agama harus selalu dihormati.
“Di saat yang sama Indonesia mengutuk segala kekerasan dengan alasan apapun . terorisme tidak ada kaitannya dg agama. Presiden mengajak Sekjen PBB untuk terus bekerjasama memperkuat toleransi, mencegah ujaran kebencian dan menolak kekerasan atas alasan apapun,” ungkapnya.
“Kalau ini dibiarkan maka hanya akan mencabik harmoni dan menyuburkan radikalisme dan ekstrimisme. Presiden menyampaikan bahwa hal ini tidak boleh teerjadi. Saat ini dunia membutuhkan persatuan, persaudaraan dan kerjasama untu, mengadapi covid-19 dan tantangan global lainnya,” katanya saat konfrensi pers di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (15/11/2020).
(Baca: Di KTT ASEAN-PBB, Jokowi Prihatin Intoleransi Atas Nama Agama Masih Terjadi)
Retno mengatakan Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar di dunia menyatakan bahwa kebebasan berekspres tidak bersifat absolut. Nilai, lambang dan sensitivitas agama harus selalu dihormati.
“Di saat yang sama Indonesia mengutuk segala kekerasan dengan alasan apapun . terorisme tidak ada kaitannya dg agama. Presiden mengajak Sekjen PBB untuk terus bekerjasama memperkuat toleransi, mencegah ujaran kebencian dan menolak kekerasan atas alasan apapun,” ungkapnya.
Lihat Juga :