Persiapan Pembangunan Tol Yogyakarta - Bawen Sepanjang 75,8 Km Dimulai
Sabtu, 14 November 2020 - 12:16 WIB
loading...
Persiapan Pembangunan Tol Yogyakarta - Bawen Sepanjang 75,8 Km Dimulai
A
A
A
YOGYAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan persiapan pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75,82 Km.
Salah satunya melakukan sejumlah penandatanganan yakni, Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Yogyakarta Bawen antara Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Jasamarga Jogja Bawen,Penandatanganan Perjanjian Penjaminan antara PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dan PT. Jasamarga Jogja Bawen, dan Penandatanganan Perjanjian Regres antara Menteri PUPR dengan Direktur Utama PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).
Penandatangan dilaksanakan di kawasan Borobudur, Jumat (10/11/2020). Acara dihadiri oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dan Pemprov Jawa Tengah oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Jateng Peni Rahayu serta Komisaris dan jajaran direksi BUJT pelaksana konstruksi yakni PT. Jasa Marga, (Persero) Tbk, PT. Adhi Karya (Persero), Tbk, PT. Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk, PT. Waskita Karya, Tbk, Direksi PT. Brantas Abipraya, Direksi PT. Jasamarga Jogja Bawen, dan Direksi PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia, PT. Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Ratu Boko, dan Balai Konservasi Borobudur.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen akan meningkatkan konektivitas wilayah Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar). Tol ini merupakan bagian dari jaringan jalan Tol Trans Jawa bagian Selatan-Tengah yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian nasional, menambah kapasitas jaringan jalan, serta menurunkan biaya transportasi dan logistik melalui satu jaringan tol yang terintegrasi.
"Saya berharap pada Agustus 2021 kita akan mulai, tidak perlu ada ground breaking yang penting infrastrukturnya jadi. Tinggal nanti kita tinjau sudah progres atau belum, sehingga Jalan Tol Yogyakarta-Bawen akan memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian," kata Menteri Basuki di Yogyakarta, Jumat (13/11/2020).
Salah satunya melakukan sejumlah penandatanganan yakni, Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Yogyakarta Bawen antara Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Jasamarga Jogja Bawen,Penandatanganan Perjanjian Penjaminan antara PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dan PT. Jasamarga Jogja Bawen, dan Penandatanganan Perjanjian Regres antara Menteri PUPR dengan Direktur Utama PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).
Penandatangan dilaksanakan di kawasan Borobudur, Jumat (10/11/2020). Acara dihadiri oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dan Pemprov Jawa Tengah oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Jateng Peni Rahayu serta Komisaris dan jajaran direksi BUJT pelaksana konstruksi yakni PT. Jasa Marga, (Persero) Tbk, PT. Adhi Karya (Persero), Tbk, PT. Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk, PT. Waskita Karya, Tbk, Direksi PT. Brantas Abipraya, Direksi PT. Jasamarga Jogja Bawen, dan Direksi PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia, PT. Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Ratu Boko, dan Balai Konservasi Borobudur.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen akan meningkatkan konektivitas wilayah Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar). Tol ini merupakan bagian dari jaringan jalan Tol Trans Jawa bagian Selatan-Tengah yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian nasional, menambah kapasitas jaringan jalan, serta menurunkan biaya transportasi dan logistik melalui satu jaringan tol yang terintegrasi.
"Saya berharap pada Agustus 2021 kita akan mulai, tidak perlu ada ground breaking yang penting infrastrukturnya jadi. Tinggal nanti kita tinjau sudah progres atau belum, sehingga Jalan Tol Yogyakarta-Bawen akan memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian," kata Menteri Basuki di Yogyakarta, Jumat (13/11/2020).
Lihat Juga :