Sebut Distribusi Pupuk Makin Ruwet, Rizal Ramli: Gara-gara Doyan Bisnis Kartu
Jum'at, 13 November 2020 - 18:28 WIB
loading...
Ekonom senior Rizal Ramli menilai distribusi pupuk bersubsidi makin kacau gara-gara menggunakan sistem kartu. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ekonom sekaligus politikus mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyoroti persoalan distribusi pupuk bersubsidi yang belakangan banyak dikeluhkan para petani.
Melalui akun Twitter-nya, @RamliRizal, tokoh yang dikenal dengan kritiknya yang lantang kepada pemerintahan Jokowi ini menyebutkan bahwa distribusi pupuk bersubsidi yang semakin ruwet dengan adanya kebijakan Kartu Tani.
”Ini gara2 ada yg doyan dan ter-kagum2 dengan bisnis kartu. Distribusi pupuk petani diganti dgn sistem kartu. Makin ruwet, nambah rantai distribusi,” kicau Rizal Ramli, Jumat (13/11/2020).
(Baca: Dituduh Rizal Ramli Kerap Menjegal, JK Malah Tertawa dan Kasihan)
Pernyataan penulis buku Rente Ekonomi Pengusahaan Hutan Indonesia itu menanggapi kicauan @Sahabat_Bangsa yang menyampaikan derita para petani di Sragen, Jawa Tengah. ”Derita Petani Sragen, Pupuk Bersubsidi Sulit, Sejumlah Mesin Penebusan Rusak, Kartu Tani Malah Tambah Rumit,” kicau @Sahabat_Bangsa.
Dikatakan Rizal Ramli, penggunaan Kartu Tani sebagai syarat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, selain memperpanjang rantai distribusi, juga di sana ada margin dari bisnis kartu. ”Ada margin bisnis kartu, petani yg jadi korban,” ungkapnya.
Diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan perubahan pola distribusi pupuk subsidi dari manual ke Kartu Tani. Pola ini sebenarnya dimaksudkan untuk membuat distribusi pupuk subsidi semakin tepat sasaran. Sayangnya, distribusi Kartu Tani di lapangan belum merata sehingga petani yang belum mengantongi Kartu Tani kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.
Melalui akun Twitter-nya, @RamliRizal, tokoh yang dikenal dengan kritiknya yang lantang kepada pemerintahan Jokowi ini menyebutkan bahwa distribusi pupuk bersubsidi yang semakin ruwet dengan adanya kebijakan Kartu Tani.
”Ini gara2 ada yg doyan dan ter-kagum2 dengan bisnis kartu. Distribusi pupuk petani diganti dgn sistem kartu. Makin ruwet, nambah rantai distribusi,” kicau Rizal Ramli, Jumat (13/11/2020).
(Baca: Dituduh Rizal Ramli Kerap Menjegal, JK Malah Tertawa dan Kasihan)
Pernyataan penulis buku Rente Ekonomi Pengusahaan Hutan Indonesia itu menanggapi kicauan @Sahabat_Bangsa yang menyampaikan derita para petani di Sragen, Jawa Tengah. ”Derita Petani Sragen, Pupuk Bersubsidi Sulit, Sejumlah Mesin Penebusan Rusak, Kartu Tani Malah Tambah Rumit,” kicau @Sahabat_Bangsa.
Dikatakan Rizal Ramli, penggunaan Kartu Tani sebagai syarat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, selain memperpanjang rantai distribusi, juga di sana ada margin dari bisnis kartu. ”Ada margin bisnis kartu, petani yg jadi korban,” ungkapnya.
Diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan perubahan pola distribusi pupuk subsidi dari manual ke Kartu Tani. Pola ini sebenarnya dimaksudkan untuk membuat distribusi pupuk subsidi semakin tepat sasaran. Sayangnya, distribusi Kartu Tani di lapangan belum merata sehingga petani yang belum mengantongi Kartu Tani kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.
Lihat Juga :