Langkah Gatot Nurmantyo Tak Hadiri Penerimaan Tanda Jasa Dinilai Tepat

Kamis, 12 November 2020 - 06:46 WIB
loading...
Langkah Gatot Nurmantyo...
Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (Sudra) Fadhli Harahab mengatakan ketidakhadiran Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu sudah tepat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Jokowi telah menyerahkan bintang tanda jasa kepada para pejabat negara yang dinilai berjasa. Dari 71 orang yang menerima hanya mantan Panglima TNI (Purn) Jenderal Gatot Nurmantyo yang tidak menghadiri acara seremoni tersebut.

(Baca juga : Ketika Sayyidah Aisyah Tak Diberi Minuman Oleh Rasulullah )

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (Sudra) Fadhli Harahab mengatakan ketidakhadiran Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu sudah tepat. Alasannya, sebagai salah satu tokoh KAMI yang dikenal kerap mengritisi pemerintah, Gatot telah menunjukkan posisi tegas sebagai oposisi pemerintah. (Baca juga: Covid-19, Manuver Aman Gatot Hadapi Jebakan Bintang Mahaputera)

Langkah Gatot Nurmantyo Tak Hadiri Penerimaan Tanda Jasa Dinilai Tepat


Kedua, ketidakhadiran Gatot merupakan simbol bahwa sebagai oposisi hal yang tidak pantas memasuki Istana Negara, bukan karena dia dilarang atau tidak dibolehkan, tetapi lebih kepada faktor etika dalam berdemokrasi. "Logika oposisi yang perlu dibangun seharusnya begitu, ada garis tegas pemisah, Gatot menyimbolkan dengan tidak hadir ke Istana Negara," kata Fadhli, kepada SINDOnews, Kamis (12/11/2020). (Baca juga: PKS Sebut Gatot Nurmantyo Tak Ingin Ditaklukkan Pemerintah)

Menurutnya, alasan Gatot tidak menghadiri serahterima tanda jasa karena Covid-19 hanya sebagai alibi, bisa disebut sebagai 'penolakan halus', tetapi dia menilai penolakan itu lebih kepada posisinya sebagai salah satu tokoh sentral KAMI yang masih teguh dalam memegang prinsip oposisi. "Terlebih beberapa kawannya masih ditahan oleh kepolisian. Tiba-tiba GN datang dengan wajah sumringah karena dapat penghargaan bertemu dan bersalaman, bercakap-cakap ria dengan Presiden, tanda tanya besar itu," ujar Analis Politik asal UIN Jakarta ini.

(Baca juga : Trump Akan Fokus Bisnis )

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Wacana Prabowo Beri...
Wacana Prabowo Beri Penghargaan Bintang Mahaputera ke Kapolri dan Panglima TNI Bentuk Apresiasi Negara
Kapolri Bakal Dapat...
Kapolri Bakal Dapat Bintang Mahaputera, Lemkapi: Perannya Besar Sukseskan Asta Cita Presiden
Prabowo Bakal Beri Bintang...
Prabowo Bakal Beri Bintang Mahaputera kepada Kapolri: Ini Kehormatan bagi Seorang Pemimpin
Singgung Maju Mundur...
Singgung Maju Mundur Komite Reformasi Polri, Gatot Nurmantyo Bicara Mafia
Menakar Kans Gatot Nurmantyo...
Menakar Kans Gatot Nurmantyo Jadi Menko Polkam
Adu Pendidikan Gatot...
Adu Pendidikan Gatot Nurmantyo vs Mahfud MD, 2 Nama Kuat Calon Menko Polkam
Adu Pendidikan Gatot...
Adu Pendidikan Gatot Nurmantyo vs Mahfud MD, Calon Menko Polkam
Profil Gatot Nurmantyo,...
Profil Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI yang Masuk Bursa Menko Polkam
Rekomendasi
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko dan Afsel ke Babak 32 Besar
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
Berita Terkini
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Menkes: Yang Paling...
Menkes: Yang Paling Banyak Dikeluhkan Dokter adalah Perundungan
Kejati DKI Tahan 3 Tersangka...
Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kementerian PU
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved