Demi Umat, DPR Sebut HRS dan Rombongan Wajib Dikarantina 14 Hari

Rabu, 11 November 2020 - 15:33 WIB
loading...
Demi Umat, DPR Sebut...
Habib Rizieq Shihab menyapa pendukungnya di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/11/2020). Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menyesalkan kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS), Selasa (10/11/2020), menimbulkan kerumunan manusia dan tidak memperhatikan protokol COVID-19. Dia khawatir hal ini dapat menimbulkan klaster baru virus corona .

"Bisa saja kalau itu ada tokoh mendatangkan orang untuk menjemput, tapi kan tidak baik di era pandemi sekarang ini. Saya khawatir kerumunan yang jemput di bandara bisa menimbulkan potensi besar memunculkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19," kata Rahmad saat dihubungi, Rabu (11/11/2020).

Apalagi, sambung Rahmad, Indonesia sampai saat ini belum bisa mengendalikan secara penuh pandemi COVID-19, sehingga kehati-hatian dan penerapan ptotokol kesehatan harus dikedepankan. Dengan munculnya kerumunan dan tanpa protokol kesehatan, maka berbahaya bagi masyarakat. (Baca juga: Cerita Polisi Sulitnya Mengimbau Massa untuk Patuhi Protokol Covid-19 saat Habib Rizieq Datang )

"Apalagi, di media saya lihat banyak yang tidak makai masker, abai protokol kesehatan, itu justru berbahaya bagi diri sendiri, keluarga, berbahaya buat masyarakat sekitar. Jadi memang harus hati-hati," katanya.

Terkait karantina untuk Habib Rizieq dan rombongan, politikus PDIP ini menegaskan bahwa isolasi mandiri selama 14 hari bagi semua orang yang baru datang dari luar negeri atau luar kota merupakan aturan yang berlaku bagi semua orang, termasuk Habib Rizieq.

"Aturan itu dibuat untuk ditegakkan, aturan dibuat untuk dijalankan, kepada siapa pun, tidak memandang bulu entah kiai, entah itu politisi, tokoh, kalau aturan ya aturan," ujar Rahmad.

Ia menjelaskan, dengan isolasi mandiri 14 hari, bisa diketahui apakah ada tanda-tanda dari gejala terpapar COVID-19 atau tidak. Isolasi mandiri ini bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga demi keselamatan orang-orang sekitar dan juga umat pendukung HRS. (Baca juga: Cerita Selebriti Sambut Habib Rizieq, dari Jalan Kaki 3 Kilo hingga Haru Dengar Shalawat )

"Coba kalau seluruh yang dari luar negeri, abai, tidak menggunakan protokol kesehatan, mau jadi apa bangsa kita ini? Akan semakin sulit kita mengendalikan Covid-19," kata Rahmad.

Legislator Dapil Jawa Tengah V ini menambahkan, COVID-19 itu bermula dari orang yang berpergian dari luar negeri, orang yang menggunakan pesawat, orang yang sudah terpapar, orang tanpa gejala (OTG) yang semuanya masuk ke Indonesia dan membuat orang di sekitarnya terpapar virus corona.

"Jadi harus dicermati, siapa pun tidak pandang bulu, selamatkan dirinya sendiri, selamat warga negara, selamatkan umat, dan keluarganya, kepada siapa pun termasuk yang barusan keluar dari atau masuk ke Indonesia. Saya kira harus taat dalam rangka bersama, bergotong-royong menyelamatkan bangsa dari COVID-19," katanya.

(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Markas Habib...
Kunjungi Markas Habib Rizieq, Menkop Ferry Juliantono Dorong Dibentuknya Koperasi Pesantren
Pesan Menohok Dudung...
Pesan Menohok Dudung ke Habib Rizieq: Ulama Itu Meneduhkan, Mulutnya Tak Menjelekkan
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Wakil Ketua Komisi IX...
Wakil Ketua Komisi IX Pertanyakan Ketahanan Dana BPJS Kesehatan
Jokowi Buka Suara soal...
Jokowi Buka Suara soal Isu Keterlibatan Puan, AHY, dan Habib Rizieq di Kasus Tudingan Ijazah Palsu
Dasco dan Prasetyo Temui...
Dasco dan Prasetyo Temui Habib Rizieq di Petamburan, Ini yang Dibahas
Penyakit Ancam Pengungsi,...
Penyakit Ancam Pengungsi, Kemenkes Diminta Kirim Nakes ke Lokasi Bencana
Habib Rizieq Hadiri...
Habib Rizieq Hadiri Reuni Akbar 212 di Monas
Kemenkes: Masih Ada...
Kemenkes: Masih Ada Puskesmas yang Jarak Tempuhnya di Atas 2 Jam dari Desa
Rekomendasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
AHRT Raih 2 Podium pada...
AHRT Raih 2 Podium pada Race 1 ARRC Jepang, Irfan dan Herjun Tembus Tiga Besar
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved