Ternyata Ini Alasan Habib Rizieq Pulang dan Tinggalkan Mekkah
Selasa, 10 November 2020 - 17:38 WIB
loading...
Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab memberikan pidato dihadapan pendukungnya setibanya di Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta, Selasa (11/10/2020). FOTO/SINDOnews/ISRA TRIANSYAH
A
A
A
JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab akhirnya jadi memberikan sambutan setelah sempat dikabarkan kelelahan oleh Ketua Umum FPI, Ahmad Shabri Lubis. Dalam sambutannya di depan para jamaah, Habib Rizieq menceritakan kehidupannya selama di Mekkah, Arab Saudi.
Habib Rizieq mengaku, sebenarnya ia tidak ingin meninggalkan Mekkah. Ia merasa tidak dalam keadaan sulit dan kekurangan selama di Mekkah. Hanya, kata Habib Rizieq, ia punya kewajiban untuk berdakwah di Indonesia, sehingga mengharuskannya kembali ke Tanah Air.
"Kalau tidak ada kewajiban dakwah di negeri ini, saya tidak akan tinggalkan Mekkah. Kita cinta Mekkah, Mekkah luar biasa, satu negeri yang penuh keberkahan," kata Habib Rizieq di kediamannya, Petamburan, Jakarta, lewat tayangan yang disiarkan secara langsung oleh akun Youtube Front TV, Selasa (10/11/2020). (Baca juga: Langsung Serukan Revolusi Akhlak, Ini Orasi Lengkap Habib Rizieq )
Sejalan dengan itu, Habib Rizieq juga mengucapkan terima kasih kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) luar negeri FPI Arab Saudi, yang telah mengawal mulai dari Mekkah hingga Petamburan. Total, ada 18 orang yang ikut mengawal Habib Rizieq dari Mekkah hingga Petamburan. "Jumlah semua kami berangkat dari sana ada 18 orang. Alhamdulilah semua dimudahkan," ucapnya.
Habib Rizieq menyatakan, ia beserta keluarga tidak mengalami kesulitan apapun selama tinggal di Mekkah. Meskipun, kata Habib Rizieq, ada pihak lain yang coba membuat dirinya dalam keadaan sulit dan susah.
"Jadi saya malu sekali kalau saya bicara oh saya di Mekkah susah, diasingkan, dijauhkan, enggak. Di Mekkah nikmat. Kita mendapatkan di Mekkah luar biasa," ungkapnya.
Pendiri FPI tersebut membeberkan, selama di Mekkah, ia mendapat banyak kawan. Bahkan, kata Rizieq, ia juga mempunyai banyak jamaah serta bisa membuka pengajian hingga menggelar dakwah di Mekkah, sama halnya seperti di Indonesia. (Baca juga: Habib Rizieq Effect, 27 Maskapai Tunda Penerbangan )
Habib Rizieq mengaku, sebenarnya ia tidak ingin meninggalkan Mekkah. Ia merasa tidak dalam keadaan sulit dan kekurangan selama di Mekkah. Hanya, kata Habib Rizieq, ia punya kewajiban untuk berdakwah di Indonesia, sehingga mengharuskannya kembali ke Tanah Air.
"Kalau tidak ada kewajiban dakwah di negeri ini, saya tidak akan tinggalkan Mekkah. Kita cinta Mekkah, Mekkah luar biasa, satu negeri yang penuh keberkahan," kata Habib Rizieq di kediamannya, Petamburan, Jakarta, lewat tayangan yang disiarkan secara langsung oleh akun Youtube Front TV, Selasa (10/11/2020). (Baca juga: Langsung Serukan Revolusi Akhlak, Ini Orasi Lengkap Habib Rizieq )
Sejalan dengan itu, Habib Rizieq juga mengucapkan terima kasih kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) luar negeri FPI Arab Saudi, yang telah mengawal mulai dari Mekkah hingga Petamburan. Total, ada 18 orang yang ikut mengawal Habib Rizieq dari Mekkah hingga Petamburan. "Jumlah semua kami berangkat dari sana ada 18 orang. Alhamdulilah semua dimudahkan," ucapnya.
Habib Rizieq menyatakan, ia beserta keluarga tidak mengalami kesulitan apapun selama tinggal di Mekkah. Meskipun, kata Habib Rizieq, ada pihak lain yang coba membuat dirinya dalam keadaan sulit dan susah.
"Jadi saya malu sekali kalau saya bicara oh saya di Mekkah susah, diasingkan, dijauhkan, enggak. Di Mekkah nikmat. Kita mendapatkan di Mekkah luar biasa," ungkapnya.
Pendiri FPI tersebut membeberkan, selama di Mekkah, ia mendapat banyak kawan. Bahkan, kata Rizieq, ia juga mempunyai banyak jamaah serta bisa membuka pengajian hingga menggelar dakwah di Mekkah, sama halnya seperti di Indonesia. (Baca juga: Habib Rizieq Effect, 27 Maskapai Tunda Penerbangan )
Lihat Juga :