Tekan Stunting, BKKBN Dorong Kemandirian Pangan di Daerah Rentan
Senin, 09 November 2020 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
Kabupaten yang dinilai rentan mencakup tiga indikator. Tingginya rasio konsumsi per kapita terhadap produksi bersih, tingginya prevalensi balita stunting, dan tingginya penduduk miskin. Adapun rata-rata rasio konsumsi terhadap produksi pangan di daerah rentan berada di level 4,27.
“Karena itu, ketika ada kemandirian pangan dan tidak tergantung oleh daerah lain, suplainya cukup, sebetulnya sangat menguntungkan bagi keberhasilan program BKKBN. Terutama untuk menurunkan stunting dan (membangun) keluarga yang berkualitas. Kami paham masih ada daerah-daerah yang rentan pangan dan ketersediaan masih sangat bergantung daerah lain,” ujarnya.
Hasto menyadari globalisasi internasional membuat Indonesia seolah-olah terdikte dengan komoditas tertentu sehingga variabilitas sering terlupakan. Padahal, menurut Kementerian Pertanian, diversifikasi atau variabilitas pangan sangat penting. Ada 11 komoditas pangan yang masih perlu dikembangkan untuk membantu mewujudkan ketahanan pangan nasional. Misalnya, ubi, sagu, dan jenis pangan lainnya.
“Ini menjadi suatu tantangan. Karena kalau tersedia secara mandiri, tentu bisa juga swasembada pangan. Ini menjadi menarik sekali kalau program ketahanan pangan terpadu dengan kemandirian yang didukung SDM. BKKBN ikut berkontribusi meskipun tidak banyak dari kuantitas dan kualitasnya,” tukas dia.
“Karena itu, ketika ada kemandirian pangan dan tidak tergantung oleh daerah lain, suplainya cukup, sebetulnya sangat menguntungkan bagi keberhasilan program BKKBN. Terutama untuk menurunkan stunting dan (membangun) keluarga yang berkualitas. Kami paham masih ada daerah-daerah yang rentan pangan dan ketersediaan masih sangat bergantung daerah lain,” ujarnya.
Hasto menyadari globalisasi internasional membuat Indonesia seolah-olah terdikte dengan komoditas tertentu sehingga variabilitas sering terlupakan. Padahal, menurut Kementerian Pertanian, diversifikasi atau variabilitas pangan sangat penting. Ada 11 komoditas pangan yang masih perlu dikembangkan untuk membantu mewujudkan ketahanan pangan nasional. Misalnya, ubi, sagu, dan jenis pangan lainnya.
“Ini menjadi suatu tantangan. Karena kalau tersedia secara mandiri, tentu bisa juga swasembada pangan. Ini menjadi menarik sekali kalau program ketahanan pangan terpadu dengan kemandirian yang didukung SDM. BKKBN ikut berkontribusi meskipun tidak banyak dari kuantitas dan kualitasnya,” tukas dia.
(maf)
Lihat Juga :