Dituduh Rizal Ramli Kerap Menjegal, JK Malah Tertawa dan Kasihan
Senin, 09 November 2020 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
”Seakan-akan dia sudah dicalonkan sebagai menteri keuangan atau BUMN. Padahal dia yang pilih menteri keuangan atau menteri BUMN. Yang basah lah, kita tahulah, yang anulah..yang ada hubungannya lah,” ujar Ketua Umum PMI itu.
Menurut JK, pada waktu itu calon menteri dipanggil dulu oleh SBY sebagai presiden untuk diwawancara. ”Dia tidak pernah dipanggil. Jadi tidak benar saya larang. Memang tidak diperhitungkan oleh Pak SBY, kalau dkperhitungakan dia dipanggil,” katanya.
Justru, pada saat-saat terakhir penyusunan kabinet, SBY bertanya kepadanya. ”Bagaimana? Masih ada nggak kursi kosong? Saya bilang masih ada perindustrian. Beliau menawarkan bagaimana kalau Rizal Ramli, saya bilang boleh. Saya lalu telepon dia. Dia sebenarnya sudah menunggu, tapi dia tidak pernah dipanggil, jangan lupa,” tutur JK.
(Baca: Rizal Ramli Teringat Ucapan Habibie soal Penjara dan Politik)
Dalam pembicaraan telepon, JK mengatakan kepada Rizal Ramli bahwa pos yang tersedia adalah menteri Perindustrian. ”Kan temen, saya bilang Zal kita putuskan Anda Menteri Perindustrian. Dia bilang, Anda ini teman tapi tidak adil. Saya (Rizal Ramli) kan maunya di menteri keuangan atau BUMN. Ya itu maunya. Padahal ini kan yang menentukan presiden,” ujar dia.
Menurut JK, pada waktu itu calon menteri dipanggil dulu oleh SBY sebagai presiden untuk diwawancara. ”Dia tidak pernah dipanggil. Jadi tidak benar saya larang. Memang tidak diperhitungkan oleh Pak SBY, kalau dkperhitungakan dia dipanggil,” katanya.
Justru, pada saat-saat terakhir penyusunan kabinet, SBY bertanya kepadanya. ”Bagaimana? Masih ada nggak kursi kosong? Saya bilang masih ada perindustrian. Beliau menawarkan bagaimana kalau Rizal Ramli, saya bilang boleh. Saya lalu telepon dia. Dia sebenarnya sudah menunggu, tapi dia tidak pernah dipanggil, jangan lupa,” tutur JK.
(Baca: Rizal Ramli Teringat Ucapan Habibie soal Penjara dan Politik)
Dalam pembicaraan telepon, JK mengatakan kepada Rizal Ramli bahwa pos yang tersedia adalah menteri Perindustrian. ”Kan temen, saya bilang Zal kita putuskan Anda Menteri Perindustrian. Dia bilang, Anda ini teman tapi tidak adil. Saya (Rizal Ramli) kan maunya di menteri keuangan atau BUMN. Ya itu maunya. Padahal ini kan yang menentukan presiden,” ujar dia.
Lihat Juga :