Masyarakat Berharap PKPM Kementerian LHK Dilakukan Berkesinambungan
Jum'at, 06 November 2020 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
Program PKPM merupakan strategi yang dirancang Kementerian LHK dalam upaya menggerakan ekonomi masyarakat pesisir di era pandemi Covid 19. Pada tahun 2020 ini yang masa penanamannya hingga pertengan Desember dirancang seluas 15.000 hektare yang dilaksanakan 34 Unit Pelaksana Teknis Pengendalian DAS dan Hutan Lindung seluruh Indonesia.
Erzaldi mengatakan, program padat karya melalui PEN ini merupakan upaya pemerintah tingkat perekonomian masyarakat di tengah pademi Covid-19. "Program Padat Karya penanaman mangrove melalui PEN di Belitung Timur ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Erzaldi.
Untuk itu, dirinya berharap program ini memberikan suata harapan dan motivasi kepada masyarakat untuk terus menanam. "Program ini nantinya akan kita padukan dengan sedekah menanam oleh KPH menanam," ujarnya.
Gubernur Erzaldi Roesman mengakui, program PKPM telah memberikan kontribusi nyata dalam menggerakan ekonomi masyarakat Bangka Belitung di wilayah pesisir. Dan dampaknya sangat terasa sekali karena kini sedang memasuki musim angin kencang, gelombang tinggi, hingga mengakibatkan nelayan tidak bisa melaut.
"Nah dengan adanya program PKPM mereka punya penghasilan, baik sebagai pengumpul kayu air, propagul, pengisian media semai, maupun mereka yang ikut dalam penanaman," jelas Erzaldi.
Karena itu, Erzaldi sangat merespons harapan masyarakat ini, bahkan menjanjikan segera meluncurkan bantuan berupa dana pengembangan budidaya perikanan di kawasan mangrove, termasuk untuk budidaya kepiting dan udang. Soal berapa besar nilai bantuan itu, belum disebutkannya.
Khusus Bangka Belitung menurut Kepala Balai PDASHL Baturusa Cerucuk Tekstianto, mentargetkan penanaman mangrove melalui PEN padat karya ini, seluas 500 hektar tersebar di 4 kabupaten ; Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung Timur, melibatkan sedikitnya 1000 masyarakat yang tergabung dalam 37 kelompok Tani Hutan atau KTH.
Erzaldi mengatakan, program padat karya melalui PEN ini merupakan upaya pemerintah tingkat perekonomian masyarakat di tengah pademi Covid-19. "Program Padat Karya penanaman mangrove melalui PEN di Belitung Timur ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Erzaldi.
Untuk itu, dirinya berharap program ini memberikan suata harapan dan motivasi kepada masyarakat untuk terus menanam. "Program ini nantinya akan kita padukan dengan sedekah menanam oleh KPH menanam," ujarnya.
Gubernur Erzaldi Roesman mengakui, program PKPM telah memberikan kontribusi nyata dalam menggerakan ekonomi masyarakat Bangka Belitung di wilayah pesisir. Dan dampaknya sangat terasa sekali karena kini sedang memasuki musim angin kencang, gelombang tinggi, hingga mengakibatkan nelayan tidak bisa melaut.
"Nah dengan adanya program PKPM mereka punya penghasilan, baik sebagai pengumpul kayu air, propagul, pengisian media semai, maupun mereka yang ikut dalam penanaman," jelas Erzaldi.
Karena itu, Erzaldi sangat merespons harapan masyarakat ini, bahkan menjanjikan segera meluncurkan bantuan berupa dana pengembangan budidaya perikanan di kawasan mangrove, termasuk untuk budidaya kepiting dan udang. Soal berapa besar nilai bantuan itu, belum disebutkannya.
Khusus Bangka Belitung menurut Kepala Balai PDASHL Baturusa Cerucuk Tekstianto, mentargetkan penanaman mangrove melalui PEN padat karya ini, seluas 500 hektar tersebar di 4 kabupaten ; Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung Timur, melibatkan sedikitnya 1000 masyarakat yang tergabung dalam 37 kelompok Tani Hutan atau KTH.
Lihat Juga :