Masyarakat Berharap PKPM Kementerian LHK Dilakukan Berkesinambungan
Jum'at, 06 November 2020 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
Cerucuk Babel Tekstiyanto, mengatakan program PEN untuk di Belitung Timur khususnya di Pantai Pering desa Kelapa Kampit ini luasnya 5 hektar. Di lahan 5 hektar ini ditanam 18 ribu mangrove, total untuk 200 hektar di Belitung timur sebanyak 825 ribu batang mangrove per hektar.
Ia berharap penanaman mangrove melalui PEN ini dapat memberikan manfaat dan meningkatkan perekomonian bagi masyarakat di Beltim.
Saipul, seorang nelayan pantai, anggota KTH Berkah Gumbak Lestari Desa Mentawak mengakui, bisa berpendapatan sedikitnya Rp500 ribu persetengah hari dari pengumpulan propagul mangrove. Dan penghasilan ini jauh lebih tinggi ketimbang pendapatan mencari kepiting yang terkadang dapat dan lebih banyak tak dapatnya.
"Alhamdulillah, disaat kami tidak bisa turun ke laut, kini bisa mengumpulkan propagul," ujarnya.
Menurut pengakuannya, berangkat pukul 10.00 pulang pukul 13.00, dia mampu mengumpulkan sedikitnya 1000 propagul.Bahkan terkadang lebih, pernah mencapai 2.000 batang, saat dia dibantu putranya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
Beti Sulami, bendahara KTH Selindang Mangrove Mandiri, yang sebelumnya pelimbang timah, mengaku bisa berpendapatan Rp150 ribu hingga Rp200 ribu perhari dari mengisi media semai.
Dia mengatakan, kegiatan mengisi media semai berupa tanah ke gelas plastik bekas air mineral ini dilakukan bersama 20 ibu ibu lainnya. "Kami mulai kegiatan setelah pekerjaan rumah selesai, siang menjelang sore," katanya.
Ia berharap penanaman mangrove melalui PEN ini dapat memberikan manfaat dan meningkatkan perekomonian bagi masyarakat di Beltim.
Saipul, seorang nelayan pantai, anggota KTH Berkah Gumbak Lestari Desa Mentawak mengakui, bisa berpendapatan sedikitnya Rp500 ribu persetengah hari dari pengumpulan propagul mangrove. Dan penghasilan ini jauh lebih tinggi ketimbang pendapatan mencari kepiting yang terkadang dapat dan lebih banyak tak dapatnya.
"Alhamdulillah, disaat kami tidak bisa turun ke laut, kini bisa mengumpulkan propagul," ujarnya.
Menurut pengakuannya, berangkat pukul 10.00 pulang pukul 13.00, dia mampu mengumpulkan sedikitnya 1000 propagul.Bahkan terkadang lebih, pernah mencapai 2.000 batang, saat dia dibantu putranya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.
Beti Sulami, bendahara KTH Selindang Mangrove Mandiri, yang sebelumnya pelimbang timah, mengaku bisa berpendapatan Rp150 ribu hingga Rp200 ribu perhari dari mengisi media semai.
Dia mengatakan, kegiatan mengisi media semai berupa tanah ke gelas plastik bekas air mineral ini dilakukan bersama 20 ibu ibu lainnya. "Kami mulai kegiatan setelah pekerjaan rumah selesai, siang menjelang sore," katanya.
(maf)
Lihat Juga :