Kunjungi Pengungsi di Banyumas, Ganjar Minta Kades Terapkan Protokol Kesehatan
Selasa, 03 November 2020 - 20:57 WIB
loading...
A
A
A
"Tadi saya tanya, ada dua pengungsi sepuh yang punya penyakit hipertensi. Itu harus dikhususkan, harus dipisah," tegasnya.
Ganjar meminta Kades dan BPBD mencari alternatif tempat pengungsian lain untuk dijadikan posko pengungsian. Misalnya sekolahan bisa dipakai untuk menampung pengungsi karena masih libur. Dengan begitu, maka penataan bisa dilakukan dan jumlahnya bisa dikurangi.
"Saya titip pak Kades, BPBD, PMI menindaklanjuti ini. Makanya saya langsung perintahkan hari ini, karena ini bahaya," tegasnya.
"Iya, saya minta dibuat dua atau tiga tempat pengungsian, agar tidak berkerumun. Yang sepuh-sepuh bisa dipisah agar lebih nyaman," timpal Achmad Husein.
Kepala Desa Sirau, Mualliful Hasan mengatakan ada 108 pengungsi. Jumlah itu sudah dipisah di dua tempat, yakni balai pertemuan dan sekolahan.
"Memang untuk jaga jarak, kami agak kesulitan menerapkan, karena di sini agak sempit. Tadi setelah ada gambaran dari pak Gubernur, nanti akan kami laksanakan," katanya.
Ganjar meminta Kades dan BPBD mencari alternatif tempat pengungsian lain untuk dijadikan posko pengungsian. Misalnya sekolahan bisa dipakai untuk menampung pengungsi karena masih libur. Dengan begitu, maka penataan bisa dilakukan dan jumlahnya bisa dikurangi.
"Saya titip pak Kades, BPBD, PMI menindaklanjuti ini. Makanya saya langsung perintahkan hari ini, karena ini bahaya," tegasnya.
"Iya, saya minta dibuat dua atau tiga tempat pengungsian, agar tidak berkerumun. Yang sepuh-sepuh bisa dipisah agar lebih nyaman," timpal Achmad Husein.
Kepala Desa Sirau, Mualliful Hasan mengatakan ada 108 pengungsi. Jumlah itu sudah dipisah di dua tempat, yakni balai pertemuan dan sekolahan.
"Memang untuk jaga jarak, kami agak kesulitan menerapkan, karena di sini agak sempit. Tadi setelah ada gambaran dari pak Gubernur, nanti akan kami laksanakan," katanya.
Lihat Juga :