PBNU: Tak Ada Konflik yang Disebabkan Agama
Selasa, 03 November 2020 - 20:25 WIB
loading...
A
A
A
Rumadi mengatakan, di era keterbukaan informasi yang luar biasa saat ini, munculnya otoritas-otoritas baru dari kelompok yang sebenarnya dia tidak punya wewenang untuk menyampaikan pesan keagamaan, tapi karena media sosial yang begitu terbuka, kemudian muncul orang-orang yang menjadi rujukan baru dalam beragama.
"Bahayanya adalah kalau orang yang menjadi rujukan baru dalam beragama ini bukan orang-orang yang punya paham moderat, bukan orang-orang yang punya otoritas bicara mengenai agama, itu berbahaya sekali," tuturnya.
Dia mencontohkan ada orang yang baru pindah agama, tiba-tiba menjadi rujukan dan menawarkan agama barunya, sambil mencela agama lamanya. "Itu sesuatu yang sangat berbahaya," tegasnya.
Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahida atau Alissa Wahid yang menjadi moderator dalam diskusi itu menambahkan, saat ini kepakaran seseorang kerap mati ditelan oleh orang-orang yang mampu memanfaatkan media sosial dan mengalahkan para pakarnya. "Saya psikolog keluarga, banyak orang-orang yang tidak kuliah psikologi, tapi menawarkan terapi," katanya mencontohkan.
"Bahayanya adalah kalau orang yang menjadi rujukan baru dalam beragama ini bukan orang-orang yang punya paham moderat, bukan orang-orang yang punya otoritas bicara mengenai agama, itu berbahaya sekali," tuturnya.
Dia mencontohkan ada orang yang baru pindah agama, tiba-tiba menjadi rujukan dan menawarkan agama barunya, sambil mencela agama lamanya. "Itu sesuatu yang sangat berbahaya," tegasnya.
Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahida atau Alissa Wahid yang menjadi moderator dalam diskusi itu menambahkan, saat ini kepakaran seseorang kerap mati ditelan oleh orang-orang yang mampu memanfaatkan media sosial dan mengalahkan para pakarnya. "Saya psikolog keluarga, banyak orang-orang yang tidak kuliah psikologi, tapi menawarkan terapi," katanya mencontohkan.
(muh)
Lihat Juga :