Dunia Kagum dengan Kerukunan Beragama di Indonesia
Selasa, 03 November 2020 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
"FKUB merupakan miniatur kebinekaan Indonesia. Saya berharap tidak ada satu pun yang ditinggalkan ataupun dipinggirkan. FKUB hendaknya menjadi tenda bangsa yang mengayomi semua umat beragama dari beragam kelompok," ujar Presiden dalam video arahannya pada Rakornas Forum Kerukunan Umat Beragama Tahun 2020.
Presiden menyampaikan kebinekaan, termasuk keberagaman agama, merupakan anugerah Allah SWT, anugerah Tuhan yang maha pengasih dan penyayang kepada bangsa Indonesia.
Dia menekankan anugerah tersebut harus dijaga sebagai kekuatan bangsa. Menurutnya, bangsa Indonesia patut bersyukur karena di tengah dinamika sosial dan politik global yang penuh gejolak, bangsa Indonesia dapat hidup rukun dalam kemajemukan saling mengayomi saling melindungi sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air.
Dia mengingatkan kerukunan antar umat beragama tidak muncul secara tiba-tiba. Kerukunan itu merupakan hasil dari kesadaran bersama bahwa perpecahan dan egoisme golongan akan membawa kehancuran.
"Kerukunan hasil ikhtiar bersama untuk hidup saling menghormati dan tidak memberi ruang bagi saling curiga, tidak membiarkan berkembangnya benih kebencian, permusuhan, yang akhirnya akan menghancurkan persatuan dan persaudaraan di antara kita," jelas dia.
Untuk itu, kata Presiden, pemerintah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja para penggerak dan aktivis umat beragama dalam merawat kerukunan dan toleransi di masyarakat terutama hingga akar rumput.
Presiden mengatakan FKUB harus mampu mengayomi semua umat beragama. Komitmen tersebut harus tertanam kuat dalam kesadaran para tokoh dan aktivis FKUB di semua tingkatan.
Presiden menyampaikan kebinekaan, termasuk keberagaman agama, merupakan anugerah Allah SWT, anugerah Tuhan yang maha pengasih dan penyayang kepada bangsa Indonesia.
Dia menekankan anugerah tersebut harus dijaga sebagai kekuatan bangsa. Menurutnya, bangsa Indonesia patut bersyukur karena di tengah dinamika sosial dan politik global yang penuh gejolak, bangsa Indonesia dapat hidup rukun dalam kemajemukan saling mengayomi saling melindungi sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air.
Dia mengingatkan kerukunan antar umat beragama tidak muncul secara tiba-tiba. Kerukunan itu merupakan hasil dari kesadaran bersama bahwa perpecahan dan egoisme golongan akan membawa kehancuran.
"Kerukunan hasil ikhtiar bersama untuk hidup saling menghormati dan tidak memberi ruang bagi saling curiga, tidak membiarkan berkembangnya benih kebencian, permusuhan, yang akhirnya akan menghancurkan persatuan dan persaudaraan di antara kita," jelas dia.
Untuk itu, kata Presiden, pemerintah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja para penggerak dan aktivis umat beragama dalam merawat kerukunan dan toleransi di masyarakat terutama hingga akar rumput.
Presiden mengatakan FKUB harus mampu mengayomi semua umat beragama. Komitmen tersebut harus tertanam kuat dalam kesadaran para tokoh dan aktivis FKUB di semua tingkatan.
Lihat Juga :