Asops KSAL Sebut Lima Perubahan di Kapal Perang Masa Depan

Selasa, 03 November 2020 - 15:52 WIB
loading...
Asops KSAL Sebut Lima...
Asops KSAL Laksda TNI Didik Setiyono memprekdisikan adanya lima perubahan kapal perang di masa depan. Foto/tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda TNI Didik Setiyono menyatakan setidaknya bakal ada lima perubahan kapal perang sebagaimana hasil penelitian Southampton University, Inggris. Perubahan tersebut berdasarkan dampak perkembangan teknologi smart ship dan powering ship. Didik memprediksikan adanya

"Perubahan pertama adalah minim awak, dan kemudian pengumpul data intelejen. Jadi kapalnya sangat smart, dilengkapi berbagai peralatan. Dengan berjalan saja dia sudah bisa mendapatkan data-data yang ada di daerah yang dilewati," kata Didik dalam Seminar Maritim Seskoal Tahun 2020 yang ditayangkan secara virtual, Selasa (3/11/2020).

(Baca: Kapal Perang AS Masuk Laut China, Beijing Sebut Tindakan Provokasi)

Perubahan yang ketiga, sambung Didik, kapal-kapal akan melaju dan memiliki kecepatan tinggi. Menurutnya, di dalam kapal tersebut, juga dilengkapi dengan kepemikikan data yang sangat banyak karena efek daripada big data.

"Terakhir adalah perubahan fisik. Ke depannya kalau kita perwira Angkatan Laut yang biasa melihat siluet kapal mungkin akan sedikit terkecoh. Bisa saja bentuknya adalah kapal ikan akan tetapi di dalamnya ada peluru kendali dan sebagainya," tuturnya.

Adapun jenis ancaman yang telah diperkirakan, terutama dari bidang militer yakni adanya invasi dan blokade laut. Selain itu, drone bawah air dan masih maraknya pelanggaran wilayah juga turut diperhitungkan menjadi ancaman bagi bidang maritim Indonesia

(Baca: Pentolan KAMI Ahmad Yani Tak Penuhi Panggilan Bareskrim Polri, Ini Alasannya)

Selain dari bidang militer, Didik memisahkan jenis ancaman ke dalan kategori nir militer dan hibrida. Dari segi nir militer ancamannya datang dari bencana alam, penyelundupan, perampokan laut, imigran gelap pencemaran ekosistem laut serta penangkapan ikan dan penambangan ilegal.

"Untuk kategori hibrida ada kejahatan terorganisasi transnasional, cyber crime, cyber terorrism, dan fisherman militia. Fisherman militia ini adalah hal yang lagi banyak dikembangkan oleh negara-negara tetangga kita," tuturnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Sertijab, Kolonel Laut...
Sertijab, Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad Resmi Jabat Wadan Puspomal
KRI Canopus-936, Kapal...
KRI Canopus-936, Kapal Survei Canggih TNI AL yang Bisa Deteksi Ranjau Laut dan Jalur Kapal Selam
Lumpuhkan 10 OPM dan...
Lumpuhkan 10 OPM dan Rebut 56 Markas, Satgas Marinir Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari KSAL
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
Rekomendasi
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Profil Julian Quinones,...
Profil Julian Quinones, Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia 2026
3 Mantan Kapolda Jabar...
3 Mantan Kapolda Jabar yang Duduk di Kabinet Prabowo, 1 di Antaranya Wakapolri
Berita Terkini
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved