Presiden RI Keenam, SBY Ajak Pimpinan Negara Islam dan Barat Menahan Diri
Senin, 02 November 2020 - 17:32 WIB
loading...
A
A
A
Tapi, sambung Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini, dirinya juga mengecam aksi-aksi teror dan kekerasan lainnya yang terjadi di Prancis sehubungan dengan kemelut karikatur Nabi Muhammad itu. Atas nama apa pun, tindakan terorisme tak bisa dibenarkan.
"Kita, dan saya yakin para pemimpin lain di seluruh dunia, berada dalam satu perahu dalam soal ini. Yang saya pikirkan adalah bagaimana aksi-aksi kekerasan dan teror itu tak terus terjadi, baik di Prancis maupun wilayah mana pun di dunia," ujarnya.
Presiden RI periode 2004-2014 ini melihat, bahwa saat ini situasi memang sedang panas. Sudah semestinya pemimpin dari pihak mana pun, baik pemimpin Barat maupun pemimpin Islam, bisa menahan diri serta tidak memprovokasi dan mengagitasi, agar situasinya tidak semakin buruk dan berbahaya.
"Yang diperlukan adalah kepedulian, tekad dan aksi nyata para pemimpin, untuk mencari solusi agar pertikaian ini tak terus berlangsung," ajak mantan Menko Polhukam era Megawati itu.
Atas pertimbangan itu semua, SBY berharap bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagaimana yang telah ia uraikan. Ia yakin bahwa harapannya juga harapan umat Islam di seluruh dunia, untjkuk menghentikan penggambaran dan publikasi karikatur Nabi Muhammad. Kalau ini bisa dilakukan, itu sebuah awal yang menjanjikan harapan (a good beginning, a new beginning).
"Kalau orang seperti saya berani mengatakan bahwa membunuh dan melakukan aksi kekerasan terhadap yang dinilai menghina Islam itu salah, artinya masih ada cara lain, mestinya Anda juga berani mengatakan bahwa yang membuat dan mempertontonkan karikatur Nabi Muhammad itu juga salah. Mulailah dari itu dulu. Mari kita putus mata rantai “balas membalas” yang bisa terus terjadi," pintanya.
"Kita, dan saya yakin para pemimpin lain di seluruh dunia, berada dalam satu perahu dalam soal ini. Yang saya pikirkan adalah bagaimana aksi-aksi kekerasan dan teror itu tak terus terjadi, baik di Prancis maupun wilayah mana pun di dunia," ujarnya.
Presiden RI periode 2004-2014 ini melihat, bahwa saat ini situasi memang sedang panas. Sudah semestinya pemimpin dari pihak mana pun, baik pemimpin Barat maupun pemimpin Islam, bisa menahan diri serta tidak memprovokasi dan mengagitasi, agar situasinya tidak semakin buruk dan berbahaya.
"Yang diperlukan adalah kepedulian, tekad dan aksi nyata para pemimpin, untuk mencari solusi agar pertikaian ini tak terus berlangsung," ajak mantan Menko Polhukam era Megawati itu.
Atas pertimbangan itu semua, SBY berharap bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagaimana yang telah ia uraikan. Ia yakin bahwa harapannya juga harapan umat Islam di seluruh dunia, untjkuk menghentikan penggambaran dan publikasi karikatur Nabi Muhammad. Kalau ini bisa dilakukan, itu sebuah awal yang menjanjikan harapan (a good beginning, a new beginning).
"Kalau orang seperti saya berani mengatakan bahwa membunuh dan melakukan aksi kekerasan terhadap yang dinilai menghina Islam itu salah, artinya masih ada cara lain, mestinya Anda juga berani mengatakan bahwa yang membuat dan mempertontonkan karikatur Nabi Muhammad itu juga salah. Mulailah dari itu dulu. Mari kita putus mata rantai “balas membalas” yang bisa terus terjadi," pintanya.
Lihat Juga :