PAN Didesak Percepat Proses PAW Hanafi Rais

Jum'at, 08 Mei 2020 - 18:30 WIB
loading...
PAN Didesak Percepat...
Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan didampingi Waketum Viva Yoga Mauladi dan Sekjen Eddy Soeparno. Foto/SINDOnews/Yulianto
A A A
JAKARTA - Pengunduran diri Ahmad Hanafi Rais sebagai Anggota DPR disarankan segera direspons oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dengan mempercepat proses pergantian antarwaktu (PAW) yang bersangkutan dengan kader lain. Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin.

"Dengan menyegerakan PAW, isu perpecahan di internal PAN bisa diredam lebih cepat," ujar Said Salahudin dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Jumat (8/5/2020).

Dia menilai, sepanjang pengunduran diri Hanafi belum disikapi secara administratif oleh pengurus partai, kewibawaan dan citra PAN di mata publik dikhawatirkan akan terus tergerus. "Jadi, menurut saya Pak Zulfifli Hasan tidak perlu berlama-lama apalagi harus menunda-nunda PAW Pak Hanafi. Segera saja PAN memproses pengunduran diri Hanafi melalui mekanisme hukum sebagaimana mestinya," ungkapnya.

Dia mengatakan, proses-proses untuk menempatkan wakil rakyat baru pengganti Hanafi di Senayan, baik di internal partai, di DPR, KPU, sampai presiden sebaiknya langsung saja dilakukan. "Tetapi saya perlu mengingatkan pengurus PAN agar proses PAW dimaksud jangan sampai mengulang kasus (PAW) Harun Masiku dari PDIP," ujarnya. (Baca juga: DPP PAN Segera Putuskan Ketua Fraksi Pengganti Hanafi Rais ).

Dia berpendapat, kalau seorang caleg terpilih atau seorang wakil rakyat berhenti karena suatu sebab yang ditetapkan oleh UU Pemilu, maka penggantinya tidak bisa tidak haruslah kader lain dari partai bersangkutan yang pada saat pemilu memperoleh suara terbanyak berikutnya. Hal tersebut, kata dia, tidak bisa ditukar-tukar oleh pengurus partai, sebab itu amanat rakyat.

"Jadi setelah saya buka-buka file Pemilu 2019, saya temukan peraih suara terbanyak selanjutnya setelah Hanafi Rais untuk Daerah Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu atas nama Yuni Astuti," imbuhnya.

Dia menerangkan, berdasarkan formulir Model DC1-DPR, calon peraih suara terbanyak dari PAN untuk Dapil DIY secara berurutan adalah, pertama, A. Hanafi Rais dengan 171.316 suara, kedua, Yuni Astuti 7.069 suara, dan ketiga, Ibnu Mahmud Bilalludin 6.627 suara.

Berikutnya adalah Afda Rizal Armashita (3.425), Muhammad Syahrul Kamil (2.211), Taufan Pratama Zasya (1.517), Feni Fitra Rahmawati (1.347), dan terakhir atas nama Erlin Susilasari (1.176). "Jadi, calon atas nama Yuni Astuti itu hanya bisa digantikan oleh calon lain yang menempati ranking berikutnya jika yang bersangkutan terbukti tidak lagi menjadi anggota PAN."

Tetapi, lanjut dia, sepanjang Yuni Astuti masih tercatat sebagai kader, tidak ada alasan bagi PAN untuk mengganti yang bersangkutan. "Saya berharap proses PAW Hanafi nantinya dapat berjalan sesuai dengan aturan dan tidak diwarnai oleh praktik suap-menyuap sebagaimana yang terjadi pada kasus Harun Masiku," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kabar Duka, Pendiri...
Kabar Duka, Pendiri PAN Abdillah Toha Assegaf Meninggal Dunia
BM PAN Bersama Buruh...
BM PAN Bersama Buruh Dampingi Riyan Hidayat Ambil Formulir Caketum
Viva Yoga Anggap Omongan...
Viva Yoga Anggap Omongan Saiful Mujani seperti Buih di Lautan
PAN Dukung Langkah Prabowo...
PAN Dukung Langkah Prabowo Lakukan Penghematan Imbas Perang Timur Tengah
Terjaring OTT KPK, Bupati...
Terjaring OTT KPK, Bupati Rejang Lebong Fikri Thobari Dipecat PAN
Ramadan 2026, PAN Gelar...
Ramadan 2026, PAN Gelar Mudik Gratis, Operasi Pasar, hingga Beri THR Online
Sekretaris DPW PAN Sumut...
Sekretaris DPW PAN Sumut Komitmen Kawal Presiden Prabowo hingga 2034
DPW PAN Sumut: Tudingan...
DPW PAN Sumut: Tudingan Terhadap Zulhas sebagai Penyebab Banjir Sumatera Fitnah
Kebijakan Menteri LH...
Kebijakan Menteri LH Menutup Sejumlah Tempat Wisata di Puncak Dinilai Merugikan
Rekomendasi
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Berita Terkini
Balada Silmy Karim,...
Balada Silmy Karim, dari Pindad, Krakatau Steel, Dirjen Imigrasi, Wamen Imipas, dan Pakai Rompi KPK
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
KPK Tahan Wamen Imipas...
KPK Tahan Wamen Imipas Silmy Karim dan Eks Plt Dirjen Imigrasi Saffar Godam
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Kenakan Rompi Oranye dan Diborgol
Prabowo: Makan Masalah...
Prabowo: Makan Masalah Sakral, Tidak Boleh Jadi Sarana Korupsi
Sidang Gugatan PLK,...
Sidang Gugatan PLK, Saksi Sebut Organisasi Penerus HCL Tak Punya Dasar Hukum
Infografis
Jamu Herbal yang Bisa...
Jamu Herbal yang Bisa Bantu Proses Penyembuhan Cacar Monyet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved