Indonesia Bisa Berperan Lebih Besar Atas Kasus Intoleransi
Senin, 02 November 2020 - 08:05 WIB
loading...
Ketua Fraksi Golkar MPR Idris Laena (kiri) dan Ketua BPIP Romo Benny (kanan). Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Indonesia diyakini mampu memberi peran lebih besar atas kasus intoleransi yang kerap muncul di sejumlah negara. Paling anyar kejadian di Prancis. Meski banyak pihak yang mengecam intoleransi yang terjadi di negara tersebut, Indonesia juga mesti menjadi penengah yang baik di antara kecaman keras itu.
Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia tentu menjadi etalase bagi negara luar dalam melihat dan menilai pemahaman soal Islam. Makanya Indonesia harus menjadi komunikator yang baik dan mesti mampu menjelaskan pemahaman soal kerukunan beragama yang hidup dan tumbuh di Tanah Air sesuai dengan sila pertama Pancasila. Pemerintah Indonesia harus bisa meyakinkan masyarakat dunia bahwa Islam yang tumbuh di Indonesia, bahkan dunia, adalah benar-benar Islam yang dipahami sebagai sebuah agama yang rahmatan lilalamin.
![Indonesia Bisa Berperan Lebih Besar Atas Kasus Intoleransi]()
“Indonesia tidak cukup hanya mengecam (peristiwa di Prancis). Indonesia mesti bisa berperan besar menjadi komunikator yang baik dengan negara-negara lain di dunia sehingga pandangan salah atau stigma Islam sebagai agama radikal bisa hilang dengan sendirinya," ujar Ketua Fraksi Golkar MPR Idris Laena kepada KORAN SINDO kemarin. (Baca: Kehebatan Seseorang Bisa Diukur dari 3 Perkara Ini)
Idris mengaku tidak tahu persis lembaga apa yang seharusnya mengambil peran ini. Namun pemerintah memiliki Kementerian Agama. Juga ada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi-organisasi Islam yang merupakan partisipasi aktif masyarakat dalam mensyiarkan Islam rahmatan lil alamin. Bahkan DPR sebagai sebuah lembaga perwakilan rakyat punya grup kerja sama bilateral atau MPR yang gencar melakukan sosialisasi nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan.
Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia tentu menjadi etalase bagi negara luar dalam melihat dan menilai pemahaman soal Islam. Makanya Indonesia harus menjadi komunikator yang baik dan mesti mampu menjelaskan pemahaman soal kerukunan beragama yang hidup dan tumbuh di Tanah Air sesuai dengan sila pertama Pancasila. Pemerintah Indonesia harus bisa meyakinkan masyarakat dunia bahwa Islam yang tumbuh di Indonesia, bahkan dunia, adalah benar-benar Islam yang dipahami sebagai sebuah agama yang rahmatan lilalamin.

“Indonesia tidak cukup hanya mengecam (peristiwa di Prancis). Indonesia mesti bisa berperan besar menjadi komunikator yang baik dengan negara-negara lain di dunia sehingga pandangan salah atau stigma Islam sebagai agama radikal bisa hilang dengan sendirinya," ujar Ketua Fraksi Golkar MPR Idris Laena kepada KORAN SINDO kemarin. (Baca: Kehebatan Seseorang Bisa Diukur dari 3 Perkara Ini)
Idris mengaku tidak tahu persis lembaga apa yang seharusnya mengambil peran ini. Namun pemerintah memiliki Kementerian Agama. Juga ada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi-organisasi Islam yang merupakan partisipasi aktif masyarakat dalam mensyiarkan Islam rahmatan lil alamin. Bahkan DPR sebagai sebuah lembaga perwakilan rakyat punya grup kerja sama bilateral atau MPR yang gencar melakukan sosialisasi nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan.
Lihat Juga :