Pegiat Sosial Puji Penyaluran Bansos Corona dari Kemensos

Minggu, 01 November 2020 - 17:28 WIB
loading...
Pegiat Sosial Puji Penyaluran...
Masyarakat Baduy Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, senang menerima BST dan sembako yang digulirkan Kementerian Sosial saat pandemi Covid-19 (virus Corona). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Masyarakat Baduy Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, senang menerima bantuan sosial tunai (BST) dan sembako yang digulirkan Kementerian Sosial (Kemensos) saat pandemi Covid-19 (virus Corona).

(Baca juga: Lukai Hati Umat Islam, Bamusi Desak Presiden Prancis Segera Meminta Maaf)

"Kami tentu cukup gembira menerima BST dan pembagian sembako untuk memenuhi konsumsi pangan keluarga," kata Tarwinah (50) seorang warga Badui di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (1/11/2020).

(Baca juga: Madrid dan Liverpool Raih Poin Penuh, Inter Tertahan di Kandang Parma)

Penyaluran BST dan pembagian sembako sangat membantu masyarakat Baduy yang terdampak Covid-19, sebab penjualan hasil komoditas pertanian juga tampak lesu.

Saat ini kata dia, dirinya pergi ke Rangkasbitung untuk menjual hasil ladang pertanian huma, namun harganya relatif murah, seperti pisang dibeli penampung Rp20 ribu per tandan.

Kendati demikian, pihaknya merasa senang dengan adanya penyaluran dana BST yang ke-tujuh kali dari sebelumnya Rp600 ribu selama tiga bulan, tetapi kini menerima Rp300 ribu per bulan.

Selain itu juga dirinya menerima bantuan program sembako dengan menerima beras sebanyak 12 kg dan lauk pauk untuk pemenuhan gizi.

"Kami berharap bantuan sosial itu terus dilanjutkan Kementerian Sosial karena cukup membantu warga Baduy," ucap Tarwinah yang tinggal di Kampung Cipiit kawasan masyarakat adat Baduy.

Tetua adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Jaro Saija mengatakan saat ini jumlah penduduk Baduy tercatat 11.620 jiwa dan terdiri dari 5.870 laki-laki dan 5.570 perempuan.

Sebagian besar warga Baduy menerima BST dan pembagian sembako akibat dampak wabah Corona itu. Selama ini, warganya tidak ditemukan kerawanan pangan maupun kelaparan sebab mereka bekerja di ladang-ladang bercocok tanam padi huma, palawija, hortikultura dan tanaman keras.

"Kami berharap bantuan itu terus berlanjut untuk meringankan beban ekonomi warga Baduy," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Lentera Huma Berhati (LHB) Khairul Anam menilai, tersalurkannya bansos ini tidak terlepas adanya komunikasi publik yang lebih baik antara pemerintah dalam hal ini Kemensos dengan masyarakat Baduy.

Karena saat awal pandemi mereka menolak akan adanya penyaluran dana sosial dari pemerintah, baik bantuan sosial tunai (BST) maupun bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga terdampak Covid-19 di wilayah tersebut.

"Bantuan sosial dari pemerintah berupa sembako atau uang tunai sangat diterima dengan baik oleh masyarakat. Mereka senang karena beban sedikit terangkat, karena sejak pandemi Covid-19 ini makin banyak orang yang dikategorikan sebagai pihak yang kurang mampu," ujar Anam.

Menurut Anam yang juga pegiat sosial, bansos sangat bermanfaat untuk masyarakat terutama dalam situasi pandemi seperti saat ini agar bisa bertahan hidup.

"Sudah tak diragukan lagi efek positifnya terhadap masyarakat, para penerimanya adalah yang memang layak mendapatkan," ungkap Anam.

Dia berharap, bansos yang diberikan betul-betul untuk kesejahteraan masyarakat bawah yang masuk kategori miskisn dan rentan terdampak Covid-19 dan telah menyasar puluhan juta KPM sangat efektif menggerakan roda perekonomian dari hulu ke hilir.

"Semoga manfaat bansos ini akan memutus mata rantai kemiskinan di level bawah," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemensos Lelang Emas...
Kemensos Lelang Emas Hadiah Tak Tertebak Senilai Rp10 Miliar, Hasilnya untuk Bantu Keluarga Rentan
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Sinkronisasi Data Bansos, 88 Daerah Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan
49 Pendamping PKH Diberhentikan...
49 Pendamping PKH Diberhentikan Akibat Pelanggaran Penyaluran Bansos
Selewengkan Bansos,...
Selewengkan Bansos, 49 Pendamping PKH Dipecat dan 500 Oknum Disanksi
Beredar Kabar Bansos...
Beredar Kabar Bansos Dipotong, Mensos: Itu Hoaks dan Menyesatkan
LAN-Kemensos Dukung...
LAN-Kemensos Dukung Program Prioritas Presiden melalui Pengembangan Sekolah Rakyat Terpadu
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
JAPFA, Kemensos RI dan...
JAPFA, Kemensos RI dan Kemenkop RI Dorong Kemandirian Peternak
Belanja Pemerintah per...
Belanja Pemerintah per Januari 2026 Tembus Rp227,4 Triliun, Buat Apa?
Rekomendasi
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved