Mengukur Peluang Ridwan Kamil di Pilpres 2024

Jum'at, 30 Oktober 2020 - 10:37 WIB
loading...
Mengukur Peluang Ridwan...
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Hari ini SINDOnews mengulas tentang sejauh mana peluang Ridwan Kamil maju pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.

Pria yang biasa disapa Kang Emil itu termasuk tokoh yang namanya seringkali masuk bursa Pilpres 2024 di berbagai lembaga survei belakangan ini.

Ridwan Kamil bisa menjadi Gubernur Jawa Barat setelah didukung oleh Partai NasDem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pria kelahiran 4 Oktober 1971 itu sebelumnya menjabat wali kota Bandung setelah diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra.

Nah, berdasarkan survei berbagai lembaga yang dihimpun SINDOnews, nama Ridwan Kamil acapkali berada di urutan kelima teratas bakal calon presiden (capres). Seperti survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada 24-30 September 2020 dan diumumkan pada Minggu 25 Oktober 2020, Ridwan Kamil di urutan kelima dari 15 nama dengan elektabilitas 7,6% pada September 2020.

Sebelumnya pada survei Indikator Politik Indonesia, elektabilitas Ridwan Kamil 8,6% pada Juli 2020, 7,7% pada Mei 2020 dan 3,8% pada Februari 2020. Begitu juga dengan survei terbaru dari Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilakukan 12-23 Oktober 2020 dan diumumkan pada Rabu 28 Oktober 2020, elektabilitas Ridwan Kamil sebesar 6,0% atau urutan kelima dari 15 nama.(Baca juga: Peluang Puan Maharani di Pilpres 2024: Antara Survei dan Kekuatan Politik )
Mengukur Peluang Ridwan Kamil di Pilpres 2024

Sementara itu, versi survei yang dilakukan Polmatrix Indonesia pada 1-10 September 2020, elektabilitas Ridwan Kamil disebut melonjak dari 7,9% menjadi 11,1%. Kemudian versi Vox Populi Research Centre, elektabilitas Ridwan Kamil melesat dari sebelumnya 10,6 persen pada Juni 2020 menjadi 13,2 persen pada Oktober 2020 atau naik 2,6 persen.

Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) pun pernah melakukan survei pada 14-21 Juni 2020 dengan metode wawancara tatap muka pada 1.100 responden. Hasilnya, elektabilitas Ridwan Kamil berdasarkan surven SPIN sebesar 8,1% atau di urutan kelima dari 12 nama tokoh.

Kemudian, berdasarkan survei Y-Publica yang dilakukan pada 11-20 Oktober 2020, elektabilitas Ridwan Kamil sebesar 11,8% atau di urutan ketiga teratas dari 14 nama tokoh.

Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam menilai peluang Ridwan Kamil (RK) menuju Pilpres 2024 terbuka. "Disebut terbuka karena dari berbagai survei elektabilitas RK selama ini masuk dalam lima besar Capres potensial," ujar Arif Nurul Imam kepada SINDOnews, Kamis (29/10/2020).

Artinya, kata Arif, ketika bisa menjaga elektabilitas, ada peluang bagi Ridwan Kamil maju dalam Pilpres 2024. "Kendalanya, RK merupakan pemain solo karier, bukan kader parpol. Ini tentu menjadi masalah karena untuk maju capres harus memiliki dukungan parpol sebanyak 20 persen," ujar Arif.

Kendati demikian, lanjut dia, jika mampu menunjukkan kinerjabaik, tentu Ridwan Kamil akan dilirik parpol apalagi memiliki elektabilitas tinggi.

Sementara itu, Analis Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan Pilpres 2024 masih jauh. "Mestinya juga Ridwan Kamil belajar kutukan politik, capres yang muncul duluan tuh, kan kutukan itu menerpa Prabowo, Prabowo juga dulu 2012, 2011 itu kan diomongin, digadang-gadang, tapi ternyata di 2014 Jokowi yang menang," kata Hendri Satrio dihubungi terpisah.(Baca juga: Sejumlah Tantangan Anies Baswedan Menuju 2024 )

Maka itu, Hendri Satrio mengingatkan sejumlah tokoh yang belakangan ini digadang-gadang untuk Pilpres 2024 untuk berhati-hati pada kutukan politik itu. "Ridwan Kamil menurut saya peluangnya enggak terlalu besar, kenapa? Karena di Pilgub Jawa Barat aja menangnya tipis kok," ungkap Pendiri Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) itu.

Tipisnya kemenangan Ridwan Kamil di Pilgub Jawa Barat 2018 dinilainya bukan modal politik yang kuat untuk menuju Pilpres 2024. "Mau mainkan apa? Pencitraan lagi? Enggak bisa, kapok," tuturnya.

(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Dalami Kunjungan...
KPK Dalami Kunjungan Luar Negeri Ridwan Kamil hingga Penukaran Uang Miliaran Rupiah
KPK Panggil Asisten...
KPK Panggil Asisten Ridwan Kamil saat Jabat Gubernur Jabar terkait Kasus BJB
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Aura Kasih terkait Dugaan Korupsi Bank BJB
KPK Buka Peluang Panggil...
KPK Buka Peluang Panggil Atalia Praratya dalam Kasus BJB
Ridwan Kamil Tegaskan...
Ridwan Kamil Tegaskan Kendaraan yang Disita KPK Dibeli Pakai Uang Pribadi
Ridwan Kamil Selesai...
Ridwan Kamil Selesai Jalani Pemeriksaan di KPK: Ini Momen yang Ditunggu-tunggu
Ayu Aulia Minta Maaf...
Ayu Aulia Minta Maaf ke Ridwan Kamil dan Roby Kurniawan, Akui Unggahan soal Kehamilan Hanya Halusinasi
KPK Belum Panggil Ridwan...
KPK Belum Panggil Ridwan Kamil di Kasus BJB, Setyo Budiyanto: Sedang Dikaji
Ramadan Pertama Tanpa...
Ramadan Pertama Tanpa Ridwan Kamil, Atalia Praratya Pilih Fokus Ibadah
Rekomendasi
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved