PBNU Ajak Semua Pihak Kawal Tegaknya Pancasila
Kamis, 29 Oktober 2020 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
"Misi utama GP Ansor adalah perdamaian. GP Ansor dikenal dunia karena berhasil menyelesaikan berbagai masalah keumatan yang mengancam kedaulatan negara Republik Indonesia. GP Ansor mengajak seluruh organisasi Islam di seluruh dunia untuk menghentikan cara pandang yang diskriminatif terhadap perbedaan," kata Gus Yahya, sapaan akrabnya.
Selanjutnya mantan Anggota Dewan Presiden ini juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia betul-betul memperhatikan pentingnya menghargai perbedaan agama. Semua pihak, katanya, harus memiliki keyakinan dan keinginan yang sama demi kemajuan Indonesia ke depan. "Menghormati perbedaan adalah suatu kekuatan yang sangat besar bagi suatu bangsa yang sangat majemuk. Sekali pun berbeda, mereka adalah bangsa Indonesia. Sama seperti kita pemilik Indonesia, mari kita rawat kebinnekaan ini dengan baik," tandas Gus Yahya. (Baca juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, BPIP Gandeng UI dan AGPAII Gelorakan Pelajar Penggiat Pancasila )
Sebelumnya, saat memberikan sambutan Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengatakan, peran santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tak bisa dinafikan. Sehingga, karena itulah dia sangat senang bisa bekerja sama dengan GP Ansor sebagai salah satu organisasi pemuda Islam, sekaligus kalangan santri terbesar di Tanah Air bersama membumikan Pancasila.
"Sebetulnya santri itu adalah pahlawan, ini sudah diakui oleh pemerintah. Tentu kita akan terus memberikan dukungan penuh atas keberadaan santri di Indonesia, dan kebetulan hari ini juga bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda. Kegiatan ini juga dalam penguatan benih-benih ideologi Pancasila bagi seluruh pemuda Indonesia," kata Yudian dalam sambutannya, Rabu (28/10/2020).
Mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga itu juga mengatakan, sebetulnya santri itu adalah pahlawan, dan keberadaannya sudah diakui pemerintah. "Tentu kita akan terus memberikan dukungan penuh atas keberadaan santri di Indonesia," katanya.
Selanjutnya mantan Anggota Dewan Presiden ini juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia betul-betul memperhatikan pentingnya menghargai perbedaan agama. Semua pihak, katanya, harus memiliki keyakinan dan keinginan yang sama demi kemajuan Indonesia ke depan. "Menghormati perbedaan adalah suatu kekuatan yang sangat besar bagi suatu bangsa yang sangat majemuk. Sekali pun berbeda, mereka adalah bangsa Indonesia. Sama seperti kita pemilik Indonesia, mari kita rawat kebinnekaan ini dengan baik," tandas Gus Yahya. (Baca juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, BPIP Gandeng UI dan AGPAII Gelorakan Pelajar Penggiat Pancasila )
Sebelumnya, saat memberikan sambutan Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengatakan, peran santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tak bisa dinafikan. Sehingga, karena itulah dia sangat senang bisa bekerja sama dengan GP Ansor sebagai salah satu organisasi pemuda Islam, sekaligus kalangan santri terbesar di Tanah Air bersama membumikan Pancasila.
"Sebetulnya santri itu adalah pahlawan, ini sudah diakui oleh pemerintah. Tentu kita akan terus memberikan dukungan penuh atas keberadaan santri di Indonesia, dan kebetulan hari ini juga bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda. Kegiatan ini juga dalam penguatan benih-benih ideologi Pancasila bagi seluruh pemuda Indonesia," kata Yudian dalam sambutannya, Rabu (28/10/2020).
Mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga itu juga mengatakan, sebetulnya santri itu adalah pahlawan, dan keberadaannya sudah diakui pemerintah. "Tentu kita akan terus memberikan dukungan penuh atas keberadaan santri di Indonesia," katanya.
(abd)
Lihat Juga :