PBNU Ajak Semua Pihak Kawal Tegaknya Pancasila
Kamis, 29 Oktober 2020 - 05:05 WIB
loading...
Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf dalam acara seminar tentang Islam dan Pancasila yang diselenggarakan BPIP dan GP Ansor, di Jakarta, Rabu (28/10/2020). FOTO/SINDOnews/ABDUL HAKIM
A
A
A
JAKARTA - Dalam rangka Hari Santri dan Sumpah Pemuda , Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerja sama dengan GP Ansor mengelar seminar internasional bertema "Islam Rahmatan Lil Alamin, Pancasila and The Commission on Unalienable Rights: Preserving and Strengthening A Rules-Based Internasional Order In The 21st Century Founded Upon Shared Civilizational Values".
Seminar yang digelar di Jakarta secara offline dan online, Rabu (28/10/2020), itu dihadiri, Menko PMK Muhadjir Effendy; Menteri Hukum dan HAM Yassona H Laoly; Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid; Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP Jenderal TNI (Purn) Try Soetrisno; Sekretaris Dewan Pengarah BPIP Mayor Jenderal TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya; Kepala BPIP, Prof Yudian Wahyudi, serta undangan lainnya.
Tampil sebagai pembicara adalah Menko Polhukam Mahfud MD; Dewan Pengarah BPIP Rikard Bagun; Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf; Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti; Mary Ann Glandon (Ketua Commission on Unalienable Rights, Kemenlu Amerika Serikat); F. Cartwright Weilnad (Commission on Unalienable Rights, Kemenlu AS); Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas; Cesar Rossello (Utusan Khusus Centrist Democrat International), C Hollland Taylor (Utusan GP Ansor untuk PBB, Amerika dan Eropa); dan Siswo Pramono, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Luar Negeri Kemenlu RI. (Baca juga: Hari Santri, PBNU Ajak Santri Berdoa Indonesia Segera Bebas Pandemi )
Dalam kesempatan itu, Katib 'Aam PBNU , KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, GP Ansor hingga saat ini terus berjuang dalam mengawal negara, salah satunya adalah mengawal tegaknya ideologi Pancasila . Dia meminta semua pihak juga ikut bersama mengawal tegaknya Pancasila.
Di sisi lain, lanjutnya, GP Ansor juga terus menyuarakan kepada seluruh organisasi keagamaan di dunia untuk berkolaborasi dalam menghentikan cara pandang masyarakat yang diskriminatif terhadap perbedaan agama.
Seminar yang digelar di Jakarta secara offline dan online, Rabu (28/10/2020), itu dihadiri, Menko PMK Muhadjir Effendy; Menteri Hukum dan HAM Yassona H Laoly; Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid; Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP Jenderal TNI (Purn) Try Soetrisno; Sekretaris Dewan Pengarah BPIP Mayor Jenderal TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya; Kepala BPIP, Prof Yudian Wahyudi, serta undangan lainnya.
Tampil sebagai pembicara adalah Menko Polhukam Mahfud MD; Dewan Pengarah BPIP Rikard Bagun; Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf; Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti; Mary Ann Glandon (Ketua Commission on Unalienable Rights, Kemenlu Amerika Serikat); F. Cartwright Weilnad (Commission on Unalienable Rights, Kemenlu AS); Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas; Cesar Rossello (Utusan Khusus Centrist Democrat International), C Hollland Taylor (Utusan GP Ansor untuk PBB, Amerika dan Eropa); dan Siswo Pramono, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Luar Negeri Kemenlu RI. (Baca juga: Hari Santri, PBNU Ajak Santri Berdoa Indonesia Segera Bebas Pandemi )
Dalam kesempatan itu, Katib 'Aam PBNU , KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, GP Ansor hingga saat ini terus berjuang dalam mengawal negara, salah satunya adalah mengawal tegaknya ideologi Pancasila . Dia meminta semua pihak juga ikut bersama mengawal tegaknya Pancasila.
Di sisi lain, lanjutnya, GP Ansor juga terus menyuarakan kepada seluruh organisasi keagamaan di dunia untuk berkolaborasi dalam menghentikan cara pandang masyarakat yang diskriminatif terhadap perbedaan agama.
Lihat Juga :