PB HMI Desak Pemerintah Evaluasi Kerja Sama Pertahanan dengan Prancis

Selasa, 27 Oktober 2020 - 19:48 WIB
loading...
PB HMI Desak Pemerintah...
Pj ketua Umum PB HMI, Arya Kharisma Hardy mengecam keras langkah pemerintah Prancis yang semakin tidak toleran dengan menutup beberapa masjid di negara tersebut. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Merespons terjadinya kekerasan dan Islamophobia terhadap komunitas Islam di Prancis, Pengurus Besar Himpunan mahasiswa Islam (PB HMI ) mengecam keras langkah pemerintah Prancis yang semakin tidak toleran dengan menutup beberapa masjid di negara tersebut.

"Otoritas Prancis yang liberal secara irasional telah mengabaikan prinsip HAM dan berupaya mengendalikan eksisistensi dan cara hidup jutaan komunitas Islam, saat dunia sedang berupaya untuk terciptanya peradaban yang damai dan bekerja sama dengan penuh kasih di tengah pandemik Covid-19," kata PJ ketua Umum PB HMI, Arya Kharisma Hardy di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Menurutnya, pemimpin Prancis Emanuel Macron tidak seharusnya bersikap ofensif dan politis terhadap kelompok Islam yang sejak lama memberikan kontribusi positif dan menjadi bagian penting sejarah Prancis. Bahwa terdapat indikasi ekstrimisme, hal itu tentu terjadi bukan tanpa sebab keadilan hukum yang tidak ditunaikan secara tepat oleh negara. (Baca juga: Respons Sikap Macron, Fraksi PAN Ajak Umat Islam Boikot Produk Prancis )

"PB HMI mengecam setiap tindakan kontra kemanusiaan dan ekspresi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW oleh ekstrimis barat. Islamophobia bukan merupakan ekspresi wajar dan sangat tidak bijaksana bagi dunia yang menghendaki perdamaian dan kedewasaan bertindak," katanya.

Lebih lanjut Arya meminta pemerintah Indonesia untuk mengevaluasi rencana kerja sama Pertahanan yang sedang dijajaki oleh Menteri Pertahanan Prabowo subianto bersama otoritas Prancis.

"Sebagai negara dengan Komunitas Islam terbesar di dunia, pemerintah dan DPR wajib bersikap tegas kepada pemerintah Prancis yang sangat melukai perasaan umat Islam Indonesia ini," kata Arya. (Baca juga: Kartun Nabi, MUI: Pemerintah Perlu Putus Hubungan Diplomatis dengan Prancis )

Indonesia, tambahnya, harusnya bisa mengambil peran strategis dan menjadi jembatan dialog bagi fenomena kejahatan Islamophobia yang terjadi di Eropa dan negara-negara lainnya.

(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
Akhiri Kunjungan ke...
Akhiri Kunjungan ke Prancis, Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air
Pertemuan Istana Elysee,...
Pertemuan Istana Elysee, Denny JA: Macron-Prabowo Arsitek Poros Baru Negara Menengah
Macron Puji Prabowo...
Macron Puji Prabowo Punya Sikap Tegas dan Berani Dukung Kemerdekaan Palestina
Indonesia dan Prancis...
Indonesia dan Prancis Perkuat Kemitraan Strategis Energi hingga Pendidikan
Bertemu Macron, Prabowo:...
Bertemu Macron, Prabowo: Indonesia Jadi Negara Asia Pertama yang Ikut Defile di Eropa
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Rekomendasi
FIFA Putar Balik Aturan...
FIFA Putar Balik Aturan Aneh usai Insiden Konferensi Pers Hakimi dan Vinicius di Piala Dunia 2026
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Belgia Ditahan Imbang Mesir di Piala Dunia 2026
Kejutan, Spanyol Ditahan...
Kejutan, Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Infografis
Lawan AS, Desak Eropa...
Lawan AS, Desak Eropa Ganti Jet Tempur Siluman F-35 dengan Rafale
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved