Presiden PKS Imbau Kader Bangun Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19
Kamis, 07 Mei 2020 - 20:47 WIB
loading...
A
A
A
“Di sini saya tidak langsung menjadi yang muluk-muluk, langsung jadi sesuatu yang seolah-olah semua kita harus menjadi petani, semua harus menjadi argo industri, tidak. Tetapi menjadikan menanam itu sebuah hobi, habbit serta gaya hidup,” imbuh dia.
Kemudian, setelah aktivitas bertanam dapat menjadi hobi dan gaya hidup, diharapkan dengan bercocok tanam dapat menjadi mata pencaharian. “Mereka menjadi pengusaha-pengusaha di bidang itu. Nah, ini juga harus kita dorong,” katanya.
Selain itu, peran pemerintah juga sangat besar dalam menjadi fasilitator rakyat yang tidak sekadar menjadikan bercocok tanam sebagai sebuah hobi, namun juga usaha. “Bagaimana nanti pemerintah juga bisa memfasilitasi mereka-mereka yang bukan hanya hobi bertanam, tapi mereka juga bisa melangkah menjadikan cocok tanam itu sebagai sebuah bisnis, sebuah usaha,” pesan Sohibul.
Sementara itu, mantan Menteri Pertanian Anton Apriantono mengingatkan agar semua tak perlu khawatir dengan keterbukaan pasar dalam industri pangan. Menurutnya, lewat keterbukaan pasar, Indonesia masih bisa bersaing di bidang pangan.
“Kalau tertutup akibatnya tidak bisa bersaing. Kadang-kadang kelebihan kadang-kadang kekurangan, pinter-pinter kita dalam bermain,” kata Anton.
Kemudian, setelah aktivitas bertanam dapat menjadi hobi dan gaya hidup, diharapkan dengan bercocok tanam dapat menjadi mata pencaharian. “Mereka menjadi pengusaha-pengusaha di bidang itu. Nah, ini juga harus kita dorong,” katanya.
Selain itu, peran pemerintah juga sangat besar dalam menjadi fasilitator rakyat yang tidak sekadar menjadikan bercocok tanam sebagai sebuah hobi, namun juga usaha. “Bagaimana nanti pemerintah juga bisa memfasilitasi mereka-mereka yang bukan hanya hobi bertanam, tapi mereka juga bisa melangkah menjadikan cocok tanam itu sebagai sebuah bisnis, sebuah usaha,” pesan Sohibul.
Sementara itu, mantan Menteri Pertanian Anton Apriantono mengingatkan agar semua tak perlu khawatir dengan keterbukaan pasar dalam industri pangan. Menurutnya, lewat keterbukaan pasar, Indonesia masih bisa bersaing di bidang pangan.
“Kalau tertutup akibatnya tidak bisa bersaing. Kadang-kadang kelebihan kadang-kadang kekurangan, pinter-pinter kita dalam bermain,” kata Anton.
Lihat Juga :