Jokowi Tegur Kabinet soal Komunikasi UU Cipta Kerja karena Resah

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 14:50 WIB
loading...
Jokowi Tegur Kabinet...
Direktur Eksekutif KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo menilai teguran Jokowi kepada para menteri karena sang presiden sedang dilanda keresahan.
A A A
JAKARTA - Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko mengungkapkan seluruh menteri ditegur Presiden Jokowi gara-gara UU Cipta Kerja. Jokowi menilai komunikasi publik pemerintah sangat buruk.

Direktur Eksekutif Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Kunto Adi Wibowo menyebut ada beberapa makna dari teguran Jokowi tersebut. "Yang pertama, Pak Jokowi kelihatannya resah karena gelombang demonstrasi yang tidak surut dan mencapai momentum pada omnibus law ini," ujar Kunto kepada SINDOnews, Jumat (23/10/2020).

(Baca: Ray Rangkuti: Komunikasi Kabinet Jokowi Periode II Memang Buruk)

Kunto mengatakan, harus diakui bahwa sebelum disahkan menjadi UU, omnibus law Cipta Kerja sudah menuai pro dan kontra. Sayangnya pemerintah, baik para menteri maupun Presiden Jokowi sendiri, tampak canggung membuka ruang bagi diskusi public. ”Yang ada hanyalah komunikasi satu arah," katanya.

Dengan pola komunikasi searah itu, wajar publik menganggap pemerintah keras kepala. Padahal banyak akademisi, masyarakat sipil, mahasiswa dan kelompok-kelompok lain yang secara terbuka mengemukakan keberatan atas isi RUU, ingin berdialog tajam dan dalam. Sebab mereka sepakat bahwa ada problem besar berkaitan dengan birokrasi Indonesia yang rumit.

"Kita punya kesamaan titik berdiri bahwa melihat birokrasi ini terlalu rumit, cuma problemnya di tehnik bagaimana kemudian menyederhanakan birokrasi ini tanpa mengorbankan kepentingan buruh, lalu menjaga kelestarian sumber daya alam, dan kesinambungan pembangunan," ujar Kunto.

(Baca: Jokowi Tegur Kabinet Soal Buruknya Komunikasi Publik, Pengamat: Bisa Ada Reshuffle)

Di sisi lain, DPR juga membahas dan mengesahkan UU Cipta Kerja dengan kesan terburu-buru. Meskipun pemerintah dan DPR adalah dua entitas politik berbeda, akhirnya masyarakat menganggap keduanya sama saja. Lebih jauh, peluru tetap diarahkan kepada pemerintah.

Dia mengatakan komunikasi pemerintah dalam masalah omnibus law Cipta Kerja mirip dengan revisi UU KPK. Masyarakat justru merasa yang dilakukan pemerintah justru memperlemah KPK yang dianggap bertentangan dengan komitmen anti korupsi Pemerintahan Jokowi.

"Sama halnya seperti sekarang yang publik sekarang mempertanyakan sebenarnya pemerintah berpihak kepada siapa, apakah benar berpihak kepada pekerja dan pencari kerja atau jangan-jangan berpihak kepada pengusaha atau yang punya modal, Sehingga keberpihakan ini yang harus ditunjukkan pemerintah," katanya.

(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Tindak Lanjuti Putusan...
Tindak Lanjuti Putusan MK, Dasco: DPR dan Pemerintah Bakal Bikin UU Ketenagakerjaan Baru
Pemerintah Tak Siap...
Pemerintah Tak Siap dan DPR Mangkir, Sidang Gugatan PSN di MK Diundur
Masyarakat Adat Gelar...
Masyarakat Adat Gelar Ritual Doa di MK sebelum Sidang Gugatan PSN
Terpilih Jadi Ketum...
Terpilih Jadi Ketum DPN HKTI secara Aklamasi, Sudaryono: Dualisme Kita Sudahi Per Hari Ini
Riwayat Kepangkatan...
Riwayat Kepangkatan Tito Karnavian, Mantan Kapolri yang Jadi Mendagri di Era Jokowi dan Prabowo
Buruh Wanti-wanti RUU...
Buruh Wanti-wanti RUU Ketenagakerjaan: Jangan Sampai Terulang Omnibus Law Cipta Kerja
Rugi Miliaran, Bareskrim...
Rugi Miliaran, Bareskrim Bongkar Penyelewengan Gas Subsidi
Warga Karo Bangun Patung...
Warga Karo Bangun Patung Jokowi Senilai Rp2,5 Miliar, Simbol Terima Kasih
Rekomendasi
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Berita Terkini
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kapolri: Kegiatan Sebelum Diserahkan ke Kejaksaan
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved