Bamsoet: Vaksinasi Covid Harus Selaras dengan Pemulihan Ekonomi
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 10:05 WIB
loading...
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan pemerintah agar pembuatan peta jalan vaksinasi Covid-19 dikaitkan dengan program pemulihan ekonomi.
Vaksinasi di pulau Jawa patut diprioritaskan karena pulau ini merupakan pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan prosentase terbesar kasus Covid-19.
"Data Covid-19 di dalam negeri sudah sangat jelas menunjukkan Pulau Jawa menjadi episentrum penularan. Karenanya, prioritas vaksinasi di Jawa memiliki alasan yang kuat. Terlebih, jika dikaitkan dengan program pemulihan ekonomi," ujar Bamsoet di Jakarta, Kamis (22/10/2020).
Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan telah menyusun peta jalan vaksinasi atau imunisasi Covid-19. Vaksinasi mulai dilaksanakan Desember 2020 hingga Maret 2021, dengan target 160 juta penduduk. (Baca juga: Bareskrim Hari Ini Tetapkan Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung)
Mantan Ketua DPR ini menuturkan, data terkini lebih dari 60 persen kasus Covid-19 tercatat di Jawa. Banyak klaster baru Covid-19 bermunculan di daerah industri dan pusat-pusat kegiatan bisnis. Baik di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah maupun Jawa Timur.
Vaksinasi di pulau Jawa patut diprioritaskan karena pulau ini merupakan pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan prosentase terbesar kasus Covid-19.
"Data Covid-19 di dalam negeri sudah sangat jelas menunjukkan Pulau Jawa menjadi episentrum penularan. Karenanya, prioritas vaksinasi di Jawa memiliki alasan yang kuat. Terlebih, jika dikaitkan dengan program pemulihan ekonomi," ujar Bamsoet di Jakarta, Kamis (22/10/2020).
Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan telah menyusun peta jalan vaksinasi atau imunisasi Covid-19. Vaksinasi mulai dilaksanakan Desember 2020 hingga Maret 2021, dengan target 160 juta penduduk. (Baca juga: Bareskrim Hari Ini Tetapkan Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung)
Mantan Ketua DPR ini menuturkan, data terkini lebih dari 60 persen kasus Covid-19 tercatat di Jawa. Banyak klaster baru Covid-19 bermunculan di daerah industri dan pusat-pusat kegiatan bisnis. Baik di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah maupun Jawa Timur.
Lihat Juga :