Dukungan Amerika Jadi Salah Satu Faktor Pendukung Prabowo Nyapres Lagi

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 09:26 WIB
loading...
Dukungan Amerika Jadi...
Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto bertemu dengan Menteri Pertahanan AS, Mark T. Esper di Pentagon, Washington DC, Amerika Serikat, 16 Oktober 2020. FOTO/DOK.KEMENHAN
A A A
JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Jayabaya Igor Dirgantara menilai banyak faktor pendukung Prabowo Subianto berkesempatan maju sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024 . Salah satunya, kata Igor, adalah indikasi adanya dukungan negara besar seperti Amerika Serikat (AS).

"Salah satu halangan Prabowo tidak memenangi Pemilu 2014 dan 2019 adalah lontaran isu negatif soal pelanggaran HAM yang dalam hubungan internasuonal merupakan pilar dari politik luar negeri AS," kata Igor Dirgantara kepada SINDOnews, Jumat (23/10/2020).

Isu HAM menyebabkan mantan Danjen Kopassus itu ibarat kue bolu yang dikukus berulang-ulang untuk menjatuhkannya. "Pemberian visa kepada Prabowo dalam kunjungan ke AS adalah salah satu upaya strategis AS menghadapi hegemoni Tiongkok di kawasan Asia Tenggara, terutama terkait sengketa di Laut china Selatan yang melibatkan sekutu AS (Philipina), juga Vietnam, Malaysia, dan Brunei," katanya. (Baca juga: Prabowo Capres Terkuat atau Bukan, Tergantung Elektabilitas ke Depan )

Secara geostrategis, kata Igor, AS memiliki asumsi bahwa jika sebelumnya Perang Dunia terjadi di wilayah darat, maka diprediksi potensi perang besar berikutnya di masa depan akan berada di wilayah perairan laut. "Freedom of navigation adalah pilar utama AS men-support ASEAN vis a vis Tiongkok terkait klaim tumpang tindih di Laut China Selatan," kata Director Survey and Polling Indonesia (SPIN) ini.

Sementara di ASEAN, kata dia, Tiongkok juga punya sekutu setia, yaitu Kamboja, Laos, dan Mynmar. Igor melihat AS butuh politik bebas aktif Indonesia sebagai balancer blok AS dan Tiongkok di Asia Tenggara. "Oleh karena itu, wajar bila AS selalu berkepentingan terhadap apa yang akan terjadi pada Pemilu di Indonesia berikutnya. Kunjungan Prabowo ke AS adalah lampu hijau, akan akseptabilitas terhadap figur Menhan Prabowo," ujarnya.

Namun, kata dia, akseptabilitas dari rakyat Indonesia kepada Prabowo tetap menjadi pedoman yang menjadi sebab utama ketua umum Partai Gerindra itu maju lagi setelah Presiden Jokowi lengser di 2024 mendatang. "Akseptabilitas publik bisa diukur secara kuantitatif melalui survei yang masih menempatkan Prabowo sebagai juara di faktor elektabilitas," katanya. (Baca juga: AS Restui Prabowo di 2024? Gerindra: Terpenting Restu Rakyat Indonesia )

Sedangkan yang kualitatif, kata Igor, adalah dimensi kedekatan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai pemenang Pemilu Legislatif 2019 lalu dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. "Ada tendensi cukup kuat bahwa sebagian pemilih Jokowi di Pemilu 2024 akan bermigrasi kepada Prabowo. Persentase itu akan cenderung meningkat jika Prabowo kelak dipasangkan dengan Puan Maharani atau Ganjar Pranowo," katanya.

"Namun, jika nanti Prabowo Subianto pada akhirnya memutuskan untuk mandeg pandhito di akhir forum rapat khusus internal Gerindra, maka berdasarkan riset survei, kader Gerindra lain yang punya popularitas bagus dan berpotensi layak maju sebagai kandidat pemimpin nasional adalah Sandiaga Uno," katanya.

(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Prabowo Sindir Penolak...
Prabowo Sindir Penolak MBG: Enggak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Rekomendasi
Ekonom Bank Mandiri...
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Berita Terkini
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Jumhur Hidayat Sampaikan...
Jumhur Hidayat Sampaikan Salam Hangat Presiden Prabowo ke Raja Charles
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Infografis
3 Negara Pendukung Bashar...
3 Negara Pendukung Bashar al-Assad, Salah Satunya Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved